Home / Lipsus / Advetorial / Bantu Ekonomi Keluarga, Gusli Ajak “Emak-emak” Manfaatkan Pekarangan Rumah
Make Image responsive
Make Image responsive

Bantu Ekonomi Keluarga, Gusli Ajak “Emak-emak” Manfaatkan Pekarangan Rumah

Make Image responsive

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST, MM menyerahkan Bibit dan alat pertanian kepada kelompok Wanita Tani Kelurahan Wawonggole, Selasa 5 Mei 2020.

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah daerah Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Konawe Gemilang.

Dalam Visi Misi kepemimpinan Kery Saiful Konggoasa bersama Gusli Topan Sabara, ST, MM, Pemda Konawe terus menggenjot tiga program unggulannya yakni di bidang Pertanian dengan sejuta ton beras, bidang Peternakan dengan sejuta sapi dan bidang perikanan dengan seribu kolam.

Di bidang pertanian dan tanaman pangan, selain program sejuta ton beras. Pemda Konawe juga lagi gencar membuka kebun desa/kelurahan yang diperuntukkan bagi “emak-emak) seperti yang telah dilakukan sebelumnya di BTN Idaman Indah Kelurahan Wawonggole yang juga telah dijadikan sebagai “Kawasan Konawe Gemilang”.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST, MM saat memberi sambutan di hadapan emak-emak kelompok Wanita Tani Kelurahan Wawonggole Kecamatan Unaaha, Selasa 5 Mei 2020. Dari kiri ke kanan: Arisman S.Sos Lurah Wawonggole, Muhamad Akbar, SP, M.Si Kadis Ketahanan Pangan Konawe, Gusli Topan Sabara, ST, MM Wakil Bupati Konawe.

Sukses Program Kawasan Konawe Gemilang di BTN Idaman Indah, kini Pemda Konawe melalui Dinas Tanaman Pangam mulai mengembangkan kebun – kebun desa/kelurahan untuk membantu ekonomi keluarga “emak-emak” dasa wisma.

Untuk menunjang kegiatan dimaksud, pemda Konawe melalui Dinas Ketahanan Pangan menyediakan alat petanian seperti cangkul, selang air, alat penyiram tanaman, jaring dan tentu dengan bibit sayur mayur serta pupuk organik.

Diketahui, hari ini Selasa (5/5) Wakil Bupati Gusli Topan Sabaran menyerahkan bantuan bibit sayur dan perlengkapan lainnya di Kelurahan Wawonggole Kecamatan Unaaha, Kelurahan Anggaberi Kecamatan Anggaberi, dan Desa Tobimeita.

Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe Muhammad Akbar SP. M.Si dan Lurah Wawonggole Arisman, S.Sos, Gusli Topan Sabara mengajak “emak- emak” memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam sayur.

Penyerahan Bibit Sayur kepada ketua Kelompok Wanita Tani Kelurahan Wawonggole Oleh Wabup Konawe GTS

Sebelum penyerahan bantuan , kepada masyarakat di Kelurahan Wawonggole berupa bibit sayur dan aIat pertanian berupa cangkul dua buah, selang air satu rol, jaring satu bal ( 100 meter ) dua buah gembor (penyiram tanaman), polybag satu pack (100 lembar) dan aIat cetak bibit, GTS lebih dulu memberikan sambutan.

Di hadapan puluhan emak-emak, Gusli berharap bantuan bibit dan alat pertanian tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya oleh untuk membantu pemerintah daIam menciptakan Kawasan Konawe Gemilang, masyarakat cerdas, mandiri dan bermartabat.

“Banyak saudara kita yang salah mengartikan, bercocok tanam bukanlah untuk menjual hasilnya melainkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari kita agar kita tidak kesulitan bahan pangan. Apalagi pasca pademi Covid-19,”tuturnya

Menurut mantan Ketua DPRD Konawe ini, tujuan bantuan yang diberikan kepada kelompok Wanita Tani tersebut agar hasil dari sayur mayur tanpa zat kimia ini dapat menjadi masyarakat yang cerdas.

“Apabila program Konawe Gemilang yang kami agendakan dapat tercapai maka secara otomatis itu akan melahirkan generasi yang mandiri, cerdas dan bermartabat.” ujarnya.

Selain bantuan bibit sayur, Gusli juga menyampaikan rencana Pemda Konawe mengadakan bibit ikan air tawar dan wadah tempat pemeliharaan ikan. Jika tidak ada aral, bantuan tersebut diperkirakan akan tersalur sekitar bulan Juli sampai Agustus mendatang.

Penyerahan jaring satu bal (seratus meter) kepada anggota kelompok

“Nanti bulan tujuh atau bulan delapan kita akan membagikan Iagi bibit ikan beserta wadahnya (Budikdamber) tujuan dari budikdamber ini agar warga dapat mandiri. Masyarakat tidak perlu lagi ke pasar membeli ikan dan sayur.” tutup Gusli.

Dikutip dari Cybex.pertanian.go.id Budikdamber merupakan singkatan dari budidaya ikan dalam ember. Budikdamber dikembangkan oleh Bapak Juli Nursandi, S.Pi, M.Si dari Politeknik negeri Lampung.

Teknik ini merupakan teknik pengembangan dari aquaponik di mana ikan dan tanaman tumbuh dalam satu tempat. Solusi ini didapat untuk mengatasi masalah lahan dalam budidaya tanaman dan ikan.

Budikdamber cocok untuk wilayah perkotaan di mana lahan pekarangan pun sudah semakin sempit, kualitas dan kuantitas airnya juga sudah semakin berkurang. Budikdamber bisa diterapkan untuk mengatasi solusi pangan masa depan.

Budidaya ikan dalam ember dengan sistem aquaponik berpeluang meningkatkan kebutuhan akan protein hewani dan sayuran serta memudahkan masyarakat mendapatkan ikan dan sayur di lingkungan tempat tinggal. Cara ini sangat baik dikembangkan diperumahan, perkotaan, apartemen, kontrakan, dan tempat-tempat pengungsian karena bencana atau daerah perkotaan yang sempit lahan tinggal.

Selain mudah dilakukan, budikdamper menggunakan media yang kecil, portabel, hemat air dan tidak membutuhkan listrik.

Untuk diketahui, dana dari pengadaan penyaluran bantuan bibit dan aIat pertanian serta Budikdamber tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD).

Laporan: Sukardi Muhtar

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
error: Content is protected !!