Home / Lipsus / Advetorial / Sikapi Kelangkaan Gas Elpiji, Pemda Konawe Gelar Pasar Murah

Sikapi Kelangkaan Gas Elpiji, Pemda Konawe Gelar Pasar Murah

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST, MM saat menyerahkan tabung gas elpiji 3 kilogram secara simbolis kepada warga yang dari awal antre di halaman Kantor Camat Unaaha Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (22/10/2019).

SUARASULTRA.COM, KONAWE РDalam rangka menyikapi kelangkaan tabung Gas Elpiji 3 Kilogram di Konawe, Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan (Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan  bersama Dinas Ketahanan Pangan Рred) menggelar pasar murah bertempat di Kantor Kecamatan Unaaha, Selasa (22/10/2019).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST, MM datang dan menyalami satu persatu masyarakat yang datang mengantre. Setelah itu, GTS menyerahkan tabung gas elpiji 3 kilogram secara simbolis kepada warga yang dari awal datang mengantre.

Gusli Topan Sabara, ST, MM menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tertib. Karena kata dia, stok gas elpiji yang didatangkan oleh Pertamina dinilai cukup untuk mengakomodir kebutuhan warga.

“Kami siapkan 560 tabung gas elpiji 3 kg. Yang datang antre sekitar 300-an, jadi cukuplah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita,” ujar Gusli kepada awak media, Selasa (22/10/2019).

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST, MM saat menyalami warga

Menurut mantan Ketua DPRD Konawe ini, kelangkaan gas elpiji di Konawe sudah hampir satu bulan. Sehingga pihaknya menginstruksikan kepada Satgas Pangan untuk melakukan operasi pasar.

“Kita tahu masyarakat kita butuh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga semua biar ada, kalau gas tidak ada tidak dapat diolah dengan baik. Untuk itu pemerintah daerah kerja sama dengan pertamina melakukan operasi pasar,” tuturnya.

Lebih lanjut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Konawe ini megatakan bahwa operasi pasar ini digelar untuk memastikan bahan baku yang menjadi kebutuhan pangan dari masyarakat dapat diolah dengan baik untuk kebutuhan konsumsi.

Gusli berharap, pasar murah yang digelar dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat betul-betul dimanfaatkan dan tersalur sesuai kebutuhan dan tentunya tepat sasaran.

Wakil Bupati sedang menengkan warga yang sedang antre untuk tetap sabar menunggu giliran

Sementara Kadis Ketahanan Pangan Muhammad Akbar, SP, M.Si memastikan penyaluran gas elpiji 3 kilogram tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Konawe, khususnya Kecamatan Unaaha.

Kata dia, dari 560 tabung gas elpiji yang disediakan oleh Satgas Pangan itu dapat mengakomodir kebutuhan 280 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu.

“Ini sudah hari kedua kita gelar pasar murah. Untuk hari ini, satu KK kita batasi sampai 2 tabung gas. Jadi yang dilayani itu 2 tabung untuk satu orang,” katanya.

Senada dengan Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Konawe Jahiuddin, S.Sos, M.Si mengatakan operasi pasar ini dilakukan karena kelangkaan gas elpiji di Konawe. Sehingga masyarakat sangat terbebani karena beriringan dengan naiknya harga eceran di lapangan.

“Masyarakat kita mengeluhkan kelangkaan gas. Bukan hanya itu, harga jual di pengecer itu sudah mencapai 30 ribu. Sehingga kami lakukan operasi pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita,” terangnya.

Sementara Camat Unaaha Lapanggili sebelum penyaluran gas elpiji 3 kilogram tersebut, terlebih dahulu menyampaikan kepada masyarakat bahwa gas elpiji 3 kg ini diperuntukan kepada masyarakat kurang mampu, bukan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Suasana antrean gas elpiji 3 kilogram di halaman kantor Camat Unaaha

“Ini elpiji bersubsidi, khusus untuk warga kurang mampu. Sesuai aturan bukan diperuntukkan bagi PNS,” ujarnya.

Diketahui, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi tersebut diperuntukan kepada masyarakat kurang mampu. Gas elpiji 3 kilogram ini bukan diperuntukkan bagi keluarga mampu/ Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal tersebut dipertegas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak menggunakan gas cair (liquified petroleum gas/ LPG) tabung tiga kilogram (kg) bersubsidi. Tujuannya, untuk mengantisipasi penyaluran gas bersubsidi yang melampaui kuota.

Sementara PT Pertamina (Persero) memprediksi realisasi penyaluran elpiji melon bersubsidi tahun ini bakal melebihi kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar 250 ribu Metrik Ton (MT) menjadi 6,7 juta MT. Dengan asumsi rata-rata subsidi yang dikucurkan mencapai Rp6.500 per kilogram (kg), Pertamina berpotensi menalangi sekitar Rp1,6 triliun.

Pasalnya, penyaluran subsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) yang dilakukan selama ini belum tepat sasaran. Di mana seluruh masyarakat dapat membeli dan memanfaatkannya.

Laporan: Sukardi Muhtar

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top