Home / HuKrim / Diterkam Buaya saat Mancing, Remaja di Konsel Ditemukan Sudah Tak Utuh
Make Image responsive

Diterkam Buaya saat Mancing, Remaja di Konsel Ditemukan Sudah Tak Utuh

Make Image responsive

Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban. Foto: Remon

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Seorang remaja di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diterkam buaya saat memancing di Sungai Kolono, Desa Aunio, Kecamatan Kolono akhirnya ditemukan.

Afdal ditemukan Minggu, (09/02/2020) sekitar pukul 09.00 Wita. Saat ditemukan kondisi badannya tidak utuh lagi, satu lengan sebelah kiri belum ditemukan oleh tim gabungan Basarnas Kendari. Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban yang dilaporkan diterkam buaya di Sungai Kolono, korban ditemukan meninggal dunia,” ucap Aris Sofingi.

Kata Aris, korban diketemukan dengan kondisi terapung dipinggir sungai sekitar 1,2 kilo meter dari lokasi kejadian. Kondisi tubuh tidak utuh, kaki korban ditemukan sekitar 10 meter dari tubuh korban sedangkan lengan sebelah kiri korban tidak ditemukan.

“Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga, dengan ditemukannya korban operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ujarnya.

Suasana evakuasi korban oleh Tim SAR Gabungan

Sebelumnya, Basarnas Kendari menerima informasi dari Ridwan, Sabtu (08/02/2020) sekira pukul 20.35 Wita. Ia melaporkan telah terjadi kondisi membahayakan manusia. Afdal diterkam buaya saat memancing di Sungai Kolono.

Pihak keluarga berupaya melakukan pencarian tapi nihil, sekitar pukul 20.50 Wita tim rescue Basarnas Kendari diberangkatkan menuju tempat kejadian musibah untuk memberikan bantuan SAR dengan menggunakan rescue car, ambulance, rubber boat serta peralatan pendukung lainnya.

Setibanya di lokasi kejadian musibah, tim rescue Basarnas Kendari melakukan penyisiran di sekitar TKM. Hari ini, korban berhasil ditemukan.

Proses pencarian, unsur yang dilibatkan, Polres Konsel, Polsek Kolono, Babinsa Kolono, Polair Kolono, BPBD konsel, masyarakat setempat dan keluarga korban.

Laporan: Remon

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top