Home / HuKrim / Sebelum Terjun Bebas Dari Lantai Empat Mall Mandonga, Asrudi Menemui Seseorang
Make Image responsive

Sebelum Terjun Bebas Dari Lantai Empat Mall Mandonga, Asrudi Menemui Seseorang

Make Image responsive

Suasana di Rumah Sakit Bayangkara Kendari saat korban diperiksa oleh Dokter Forensik. Foto: Remon

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Asrudi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari lantai empat Mall Mandonga di Jalan Abdullah Silondae, Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat 17 Januari 2020 sekira pukul 16.54 Wita. Rudi sapaan akrabnya tewas seketika dengan kondisi berlumuran darah.

Sebelum mengakhiri hidup dengan cara tragis, pria kelahiran, Kendari 07 Maret 1997 ini, terlebih dahulu menitip dompet dan jam tangan miliknya kepada temannya bernama Irfan.

Menurut keterangan saksi Marlina yang ditemui di lokasi kejadian menyebutkan bahwa saat dirinya menuju ke ATM yang berada di Mall Mandonga, tiba-tiba ia mendengar suara benda jatuh di belakangnya. Setelah itu, saksi menoleh ke arah belakang dan melihat korban sudah dalam posisi terkapar.

Sementara Kapolsek Mandonga AKP Ketut Arya Wijanarka S.H S.IK saat dikonfirmasi mengatakan, dari keterangan Irfan, sebelum mengakhiri hidup dengan cara melompat dari lantai empat Mall Mandonga, dirinya sempat bertemu korban.

Korban saat ditemukan oleh warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

“Korban bertanya kepada Irfan “Matikah orang kalau lompat dari lantai empat? sambil menunjuk ke arah lantai atas Mall Mandonga,” terang Ketut Arya Wijanarka, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (17/1/2020) malam ini.

Usai bertanya begitu, korban menitip dompet miliknya kepada Irfan setelah itu Irfan pergi meninggalkan korban.

Arya menambahkan, menurut keterangan saksi lain David, ia mendengar suara benda jatuh. Saat itu pula, David mendengar suara teriakan “Ada orang lompat dari lantai empat,”. David lari menuju ke tempat suara teriakan.

Saksi dan Irfan melihat korban sudah dalam keadaan tengkurap mengeluarkan darah dari arah kepala.

“Dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, korban mengalami pecah kepala tulang tengkorak dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

Pantauan media ini saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara. nampak terlihat keluarga dan kerabat berdatangan untuk melihat kondisi terakhir Almarhum.

Kini, jenazah korban dibawa di kediamannya yang terletak di Jalan Osumetundu, Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga. Iring-iringan keluarga dan kerabat ikut mengantar korban di rumah duka.

Laporan: Remon

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top