Home / Jelajah Desa / Pemda Konut Mulai Tangani Abrasi Pantai di Desa Pekaroa
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Pemda Konut Mulai Tangani Abrasi Pantai di Desa Pekaroa

Make Image responsive
Make Image responsive

Aktivitas pekerja proyek pembangunan talud penahan abrasi pantai di Desa Pekaroa Kecamatan Sawa, Minggu (26/09/2021). Foto : Aras Moita.

SUARASULTRA.COM | KONUT – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan pasangan Ruksamin-Abu Haera mulai mewujudkan usulan warga masyarakat Desa Pekaroa Kecamatan Sawa terhadap penanggulangan abrasi pantai.

Kepala Desa Pekaroa, Nuryanto saat ditemui Suara Sultra pada Minggu (26/09/2021) mengatakan bahwa Pemda Konut saat ini terus memberikan perhatian dan pelayanan yang baik kepada masyarakat, salah satunya terkait penanggulangan dan penanganan abrasi pantai yang terjadi di wilayah Desa Pekaroa.

“Sebagai Pemerintah Desa Pekaroa bersama masyarakat 60 KK sangat berterima kasih kepada Pemda Konut yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat di perdesaan. Diantaranya usulan kami tentang penanganan abrasi pantai, sekarang sudah diwujudkan,” kata Nuryanto.

Nuryanto Kades Pekaroa

Menurut Nuryanto, proyek pembangunan talud penahan abrasi tersebut, saat ini sementara dikerjakan oleh kontraktor dimana sebelumnya pada tahun 2019 dimasukkan usulkan kepada Pemda Konut.

“Alhamhandulillah usulan kami sudah diwujudkan oleh Pemda Konut dan kita berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih terhadap masyarakat di wilayah desa ini,” ucap Kades Pekaroa.

Sementara itu pihak PT. Archita Graha Indah Lestari (PT.AGIL) selaku kontraktor pelaksana kegiatan proyek pembangunan talud penahan abrasi pantai di Desa Pekaroa menerangkan bahwa rencana pelaksanaan proyek ini akan berjalan 150 hari dengan total anggaran Rp.3,2 Miliyar lebih yang bersumber dari APBD Konut 2021.

Gede selaku kontraktor memastikan pekerjaan proyek tersebut dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani. Bahkan dirinya menjamin material yang digunakan bersumber dari wilayah setempat yang memenuhi standar.

“Kami akan berupaya bekerja yang baik dan kegiatan ini kami laksanakan sesuai kontrak yaitu di wilayah Desa Pekaroa dan Desa Pudonggala Utama serta material batu yang digunakan berasal dari milik pengusaha lokal,” pungkasnya.

Laporan: Aras Moita

Editor: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsiveMake Image responsive
Make Image responsive2021-09-26

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
error: Content is protected !!