Home / Lipsus / Advetorial / Dikbud Konawe Pantau Langsung Pembangunan Sekolah di Routa

Dikbud Konawe Pantau Langsung Pembangunan Sekolah di Routa

Ketgam: Rombongan Kepala Dinas Pendidikan da Kebudayaan Kabupaten Konawe saat kunjungan kerja (Kunker) di SDN Parubela Kecamatan Routa.(Foto: Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Konawe)

SUARASULTRA.COM, KONAWE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe baru-baru ini melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan tersebut, dirangkaikan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-kabupaten Konawe, sekaligus untuk memantau perkembangan pendidikan (Proses belajar dan mengajar) di Kecamatan setempat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Plt Kadis Dikbud Suriyadi, S.Pd,.M.Pd, kemudian Kabid Diknas Tira Liambo, S.Kom,M.Pd, Kepala Sarana dan Prasarana (Kasi Sarpras) Ridaldin,S.Pd,M.Pd, lalu Kasi Kurikulum Irmawansah,S.Pd,M.Pd.

Selanjutnta Kasi Kompetensi dan Pengembangan Karier Asran Lasahari, S.Pd,MM, dan Koordinator Pengawasan (Korwas) Dikbud Konawe Peitan Susanto, S.Pd, M.Pd.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Konawe, Suriyadi, S.Pd, M.Pd melalui Kabid Diknas Tira Liambo, S.Kom, M.Pd menuturkan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka meninjau kembali sekolah yang mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekaligus dirangkaikan dengan MKKS se- Kecamatan Routa.

“Untuk di Kecamatan Routa yang mendapatkan bantuan tahun ini, hanya dua sekolah yakni, SDN Wiwirano atas dan SDN Polihe,” ungkap Tira sapaan akrabnya.Jumat (11/10/2019).

Ketgam: Rombongan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe saat berkunjung ke SDN Wiwirano Atas Kecamatan Routa

Menurut Tira, SDN Wiwirano atas mendapatkan bantuan pembangunan enam Ruang Kegiatan Belajar (RKB). Sementara SDN Polihe yang menggunakan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI) menerima bantuan rehabilitasi untuk tiga ruang kelas.

“Alhamdulilah sudah mencapai 70 persen pembangunannya, meskipun dananya baru 25 persen yang mereka terima. Untuk di Kecamatan Routa itu terdapat sembilan sekolah, seperti, Paud satu unit, SD satu unit, kemudian SMP dua unit, dan SMA hanya satu sekolah,” kata Tira.

Ke depannya, bila ada pengangkatan PNS untuk Guru, Tira berharap untuk guru yang akan mengajar di Routa, itu harus warga yang menetap di Kecamatan Routa. Karena kata dia, bila dari Kecamatan lain dipastikan tidak akan bertahan lama, mengingat Kecamatan Routa satu-satunya Kecamatan di Konawe yang wilayahnya itu sangat jauh dengan jarak tempuh satu hingga dua hari perjalanan dari Kota Unaaha.

“Kami berharap jika nanti ada pengangkatan PNS guru khusus di Kecamatan Routa, harus diutamakan yang benar-benar orang yang berdomisili di Routa, karena bila guru dari Kecamatan lain, contohnya seperti Guru yang ada di Unaaha, kemudian kita pindahkan di Routa, itu pasti tidak akan betah di sana. Nah ini yang mesti dihindari, kasian anak-anak kita di sana,” harapnya.

Lebih lanjut Tira menjelaskan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Konawe dibutuh sarana dan prasarana penunjang termasuk perbaikan gedung dan pemenuhan sarana pendukung seperti pengadaan komputer.

Ketgam: Kabid Dikdas Dinas P dan K Konawe saat mengunjungi SDN Polihe

Menurut, Kabid Dikdas Konawe ini, untuk tahun anggaran 2019, Kabupaten Konawe mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehabilitasi 179 sekolah.

Untuk memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut maka pihaknya melibatkan pengawasan lembaga penegak hukum.

“Tahun ini rehabilitasi sekolah di bawah pengawasan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Konawe,” ujarnya.

Tira menyebut, ada delapan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe menerima bantuan satu set peralatan ujian nasional (UN) tahun anggaran 2019.

Ke delapan sekolah yang menerima bantuan tersebut adalah SMPN 1 Abuki, SMPN 1 Pondidaha, SMPN 1 Sampara, SMPN 1 Unaaha, SMPN 1 Wawotobi, SMPN 2 Abuki, SMPN 1 Puriala, dan SMPN 1 Wonggeduku.

“Ke depan kita upayakan semua kecamatan akan mendapatkan masing-masing satu set peralatan Komputen untuk memperlancar jalannya UN yang berbasis komputer. Karena di Konawe baru dua sekolah yang bisa melaksanakan UN berbasis Komputer yakni MTsN 1 Konawe dan MTsN 2 Konawe,” jelasnya.

Ketgam: Kabid Dikdas Dikbud Konawe Tira Liambo, S.Kom, M.Pd usai memeriksa ruang belajar di salah satu SDN di Routa

Dikatakan dari 65 SMP yang ada di Kabupaten Konawe, setiap tahunnya ada 3000 lebih siswa siswi yang mengikuti ujian nasional. Sehingga sarana dan prasarana pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Kasi Sarpras Dikbud Konawe Ridaldin, S.Pd. M.Pd mengungkapkan, saat berkunjung di Kecamatan Routa, mereka bersama para rombongan menemukan salah satu sekolah yang siswanya itu terbagi dua yakni di SDN Parubela.

“Jadi di SDN Parubela itu siswanya terbagi dua. Di unit satu ada enam kelas, sementara di unit dua ada tiga kelas. Unit tiga dibuat swadaya oleh masyarakat sekitar, karena dari unit dua ke unit satu itu berjarak 30 kilometer. Mereka di unit dua itu siswanya dari kelas tiga sampai kelas enam saja, dan mereka juga diajar oleh guru dari SDN Parubela,” ungkapnya.

Ketgam: Rombongan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe saat berkunjung di Kecamatan Routa

Dirinya berharap, khususnya kepada Pemda Konawe agar SDN Parubela yang unit dua ini bisa dipatenkan atau dibuatkan gedung baru, sehingga menjadi satu sekolah. Mengingat jumlah penduduk di wilayah tersebut semakin bertambah.

“Kami berharap kepada Pemda, agar SDN ini bisa dibuatkan gedung baru atau dipatenkan. Karena di daerah transmigrasi tersebut jumlah penduduknya makin meningkat,” pungkasnya.

Laporan: Sukardi Muhtar

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top