Home Headline Peresmian Rumah Adat Tolaki, Syahlan Saranani : Seharusnya Yang Diundang Tokoh Masyarakat

Peresmian Rumah Adat Tolaki, Syahlan Saranani : Seharusnya Yang Diundang Tokoh Masyarakat

0
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Suarasultra.com, Unaaha – Rumah adat suku Tolaki ( Laika’aha ) dan museum kerajaan Konawe diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe,hari ini, Jum’at, ( 24/2/2017 ) di Unaaha.

Kegiatan peresmian rumah adat ini dihadiri langsung Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, Wakil Bupati, Parinringi, Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara,ST, Unsur Muspida lainnya, Sekda Konawe, H.Ridwan L
 dan sejumlah pejabat eselon lingkup Pemkab Konawe.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dalam kesempatan ini menyebut yang diresmikan hari ini adalah bangunan Rumah Adat Tolaki dan Moseum Kerajaan.
Sementara rumah adat dan museum tersebut ┬ábelum terisi apa – apa.
Untuk itu Kery berharap kepada Sekda Konawe, H.Ridwan Lamaroa dan dinas terkait agar segera menuntaskan segala sesuatunya yang masih perlu pembenahan termasuk apa – apa saja isi rumah adat tersebut.
” Iya, kita harapkan pak Sekda nanti supaya bisa jelaskan ini kuburan asalnya dari mana bagaimana cerita, sejarahnya bisa ada tempat ini.Sehingga anak – anak kita itu bisa tau begini ceritanya Tolaki,Tolaki itu berasal dari mana, bahasa Tolaki itu berasal dari mana, ini yang penting.Jangan hanya bangunannya saja,” kata mantan Ketua DPRD Konawe ini.
Sementara di tempat terpisah, Syahlan Saranani mengkritik pelaksanaan acara yang sangat sakral tersebut.
Mantan Kadis Koperasi Konawe ini menilai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkab Konawe itu terkesan terburu – buru.
Dikatakan, peresmian rumah adat Tolaki ini khususnya untuk masyarakat Kab.Konawe.
Sedangkan Kabupaten Konawe itu terdiri dari 28 Kecamatan.Seharunya tokoh masyarakatnya juga harus diundang untuk menghadiri acara ini.
” Tetapi saya lihat yang hadir hanya pegawai negeri saja, tidak ada tokoh masyarakat. Saya sendiri bertanya – tanya ini bagaimana, apa maksudnya, mana lagi di dalamnya saya lihat tidak ada isinya , harusnya diisi dulu baru diresmikan.Apakah ini pemblusukan atau apa ,” kata staff ahli Bupati Konawe ini.
Menurut Syahlan Saranani , seharusnya peresmian rumah adat Tolaki ini dipersiapkan secara matang terlebih dahulu.Sehingga pelaksanaannya dapat dihadiri oleh tokoh masyarakat Konawe yang berada di 28 Kecamatan.
” Karena ini acara yang sakral,seharusnya yang diundang tokoh masyarakat, tokoh agama , tokoh adat dan tokoh pemuda dari 28 Kecamatan.Nanti mereka yang mempublikasikan ke masyarakat sehingga masyarakat luas tahu di daerah ini ada rumah adat Tolaki yang berdekatan dengan kuburan raja pertama Konawe, Lakidende,” pungkasnya. ( RED )
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsiveMake Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here