Home / Politik & Hukum / Sebut Pendidikan Politik Penting, Abdul Salam Sahadia Berharap Badan Kesbangpol Ditambahkan Porsi Anggaran
Make Image responsive
Make Image responsive

Sebut Pendidikan Politik Penting, Abdul Salam Sahadia Berharap Badan Kesbangpol Ditambahkan Porsi Anggaran

Make Image responsiveMake Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Anggota DPRD Sultra, Abdul Salam Sahadia, S.Sos

SUARASULTRA.COM | BUTON UTARA – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari Fraksi Partai Demokrat, Abdul Salam Sahadia mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton Utara (Butur) atas terselenggaranya sosialisasi pendidikan politik bagi partai politik dan masyarakat oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat.

Hal itu diungkapkan Salam sapaan akrab Politisi Demokrat itu saat ditemui awak media ini di salah satu Kedai yang ada di Ereke usai membawakan materi sosialisasi pendidikan politik yang digelar oleh Badan Kesbangpol Butur di Aula hotel Mulia Butur, Sabtu 4 Juni 2022 kemarin.

“Saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Buton Utara dalam rangka melakukan pendidikan politik melalui Badan Kesbangpol,” ungkap Salam.

Politisi muda asal Butur ini menegaskan sosialisasi pendidikan politik oleh Badan Kesbangpol agar menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus ditingkatkan dan diperbanyak kegiatannya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Badan Kesbangpol sebagai stakeholder yang melaksanakan urusan politik di daerah agar mendapatkan banyak anggaran oleh pemerintah.

“Saya kira ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus ditingkatkan dan diperbanyak diskusi seperti ini, ya minimal ada political anggaran untuk memastikan Badan Kesbangpol sebagai stakeholder dalam melakukan pendidikan politik mendapatkan banyak anggaran,” kata Salam.

Salam pun berharap agar ini terus berlanjut, Badan Kesbangpol bisa memaksimalkan kewajibannya sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam urusan politik di daerah.

Mantan Wakil Ketua DPRD Butur itu juga menyarankan agar peserta kegiatan sosialisasi pendidikan politik tidak hanya berasal dari politisi dan akademisi, melainkan juga tokoh-tokoh masyarakat secara terus-menerus.

Sebab menurutnya, kegiatan sosialisasi pendidikan politik seperti ini akan terlihat apa saja yang membuat partisipasi masyarakat rendah dan apa yang membuat mereka apatis terhadap pemilu, KPU dan Bawaslu.

“Saran saya sebagai narasumber, bukan hanya kita sebagai pragmatisme dan dari akademisi yang mendapatkan pendidikan politik dari pemerintah secara terus menerus tapi, juga tokoh-tokoh masyarakat. Sebab di sana nantinya akan terlihat apa yang membuat partisipasi mereka rendah, apa yang membuat mereka apatis terhadap pemilu, KPU dan hingga Bawaslu,” kata Salam menerangkan.

Menurut Salam, kegiatan sosialisasi pendidikan politik merupakan bagian dari cara pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki kesadaran dan berakal sehat.

“Ini juga bagian dari cara pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki kesadaran dan akal sehat,” pungkasnya.

Laporan: Anto Lakansai

Editor : Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsiveMake Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
error: Content is protected !!