Setelah DPRD, Kini Bupati Konut ” Semprit ” PPK dan Pelaksana Proyek Jalan

 

Suarasultra.com, Konut – Terancam terisolir akibat putusnya akses jalan poros penghubung Kabupaten Konawe – Konawe Utara, membuat Bupati Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr.H.Ruksamin marah besar.

Ketua DPW Partai PBB Sultra ini menilai tidak ada etikat baik dan tanggung jawab dari pihak terkait untuk segera melakukan tindakan perbaikan jalan Trans Sulawesi yang ditangani oleh Balai Jalan Nasional (BJN) Wilayah Sultra ll PTK 10.

Ruksamin menyebut kerusakan terjadi akibat jalan tersebut tak mempunyai drainase, sehingga dengan kondisi curah hujan tinggi seperti saat ini maka luapan air hujan masuk ke bandan jalan.

Dikatakan, jalan tersebut dikerja sejak tahun 2015 lalu menggunakan anggaran APBN sekitar ratusan miliyar dengan panjang puluhan kilo meter itu, justru dibiarkan terbengkalai.

Akibatnya, sekarang semakin parah, licin, berlubang dan dipenuhi kubangan air lumpur setinggi satu meter sehingga membuat para pengendara tak bisa lagi melewati jalur tersebut.

” Kalau seperti itu kan yang dirugikan pemerintah dan masyarakat Konut. Secara administrasi kalau kita mau lihat ini kan masuk wilayah Konawe tapi yang kena dampak buruknya Konawe Utara.

Kasian masyarakat saya dirugikan karena persoalan jalan yang terbengkalai begitu,” kata mantan ketua DPRD Konut ini dengan nada sedikit meninggi saat ditemui, Selasa (30/5/2017).

Ruksamin mengungkapkan, saat ini daerah yang ia pimpin sangat kesulitan pasokan sembilan bahan pokok (sembako) dan BBM dari luar gara-gara jalan tersebut.

Kata dia, hal itu berdampak pada melonjaknya harga barang di pasaran yang membuat warganya semakin tercekik. Apalagi di bulan suci ramadhan saat ini kebutuhan warga semakin meningkat.

” Persolan ini saya tidak tinggal diam. Saya bahkan sudah berkali kali memberitahukan dengan menemui langsung pejabat pembuat komitmen (PPK) BJN.

Mereka sampaikan bahwa akan segera menindak lanjuti. Nyatanya sampai sekarang tidak ada, malah makin parah dan membahyakan bagi pengguana jalan,” kata Ruksamin.

Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM di daerah penghasil Nikel terbesar di Sultra tersebuk, mantan Wakil Bupati di masa Aswad Sulaiman ini mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Depot Pertamina.

“Saya juga telah bicara langsung dengan kepala pemasaran Depot Pertamina. Pasokan bahan bakar wilayah Konut tidak bisa didistribusikan karena tidak ada ruang untuk melewati jalan itu.

Saya mendesak penanggung jawab proyek menyiapkan alat berat mengawal mobil pengangkut BBM yang akan lewat agar bisa tembus ke wilayah Konut,”ujarnya.

Sebelumnya, Sekertarsi Komisi B DPRD Konut, Ir.Safrin melontarkan tudingan ke pihak kontraktor. Legislator Golkar ini menganggap kontraktor tidak bertanggung jawab dan mau cuci tangan terkait rusaknya jalan tersebut.

Kerena jika dilihat dari kondisi jalan sekarang ini jika dikerjakan akan memakan biaya hingga miliyaran rupiah sementara itu sudah tidak masuk dalam RAB.

” Kerusakan jalan yang begitu parah di Morosi itu terjadi karena tak adanya profesionalisme dalam bekerja serta tidak tersturktur dan sistematis yang membuat jalan tak kunjung selesai. Ini sama saja mal praktek,” ujarnya.

Sementara pihak kontraktor, Ilham, berdalih bahwasanya kerusakan jalan yang terjadi bukan seuatu unsur kesengajaan dan tidak ada niat melakukan pembiaran.

Melainkan akibat faktor curah hujan yang terus turun, ditambah kendaraan alat berat yang melintas seperti yang beraktivitas di perusahaan PT Virtue Dragon yang berada di wilayah itu di mana melebihi kapasitas di atas 20 ton sehingga membuat jalan tersebut menjadi rusak parah.

“Pastilah sebagai kontraktor jalan tetap saya tangani dengan baik agar jalan tersebut tetap bisa difungsikan. Kami jamin dan tetap kita tangani dengan baik agar jalan tidak putus,” kata Ilham.

“Kita juga minta kondisi hujan seperti ini kurangilah muatan. Mereka muat suplit dan muat semen curah menggunakan mobil kapsul bermuatan sekitar 20 ton. Mereka (PT Virtu Dragon) kejar target sementara di sisi lain, kita ini sebagai kontraktor yang menjadi korban,” tambahnya seraya membela diri.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, bahwa proyek jalan yang sedang dalam pekerjaan dibawah tanggung jawabnya itu adalah proyek penurunan badan jalan. Dimana dalam pelaksanaannya dilakukan penyekatan gunung, sama halnya dengan membuat jalan baru.

“Jadi, pekerjaan ini tak semuda seperti pekerjaan jalan lainya, kita butuh waktu dalam menyelesaikannya,”kilahnya.( Rayhan/Red)

 

 

About redaksi

Leave a Reply

x

Check Also

Danlanud Tinjau Lokasi Kunjungan Presiden di Bendungan Ameroro, Sekda Konawe: Pemda Sudah Melakukan Persiapan

SUARASULTRA.COM | Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Dr. Ferdinand, SP, MH mengatakan Pemerintah Kabupaten Konawe Provinsi ...