SPPD Tak Kunjung Dibayarkan, Kabag Kesra Konawe ‘Ngamuk’, Kasat Pol PP Cabut Pistol

Suasana di ruang tunggu BPKAD, Tampak Kasat Pol PP, Syahlan Saranani ( kiri ) dan Kabag Kesra, Loyman ( kanan).

SUARASULTRA.COM, UNAAHA – Belum adanya kejelasan terkait waktu pencairan anggaran membuat suasana di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe memanas. Akibatnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyar ( Kabag Kesra ) Loyman tak dapat menahan amarah dan “Ngamuk ” di tempat tersebut, Jumat (22/12/2017).

 

Peristiwa ini bermula ketika Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Seketariat Daerah (Setda) Konawe, Loyman menyambangi gedung BPKAD sambil marah-marah di ruang lobi. Ketika itu, suasana lobi sedang banyak orang yang tengah mengantri proses pencairan.

 

Menurut informasi yang dihimpun media ini, kemarahan mantan camat Lambuya itu dipicu lantaran uang perjalanan dinasnya tak kunjung cair. Sementara dirinya telah mengutang puluhan juta untuk menutupi biaya tersebut. Namun, belum ada kejelasan dari pihak BPKAD terkair kapan dana tersebut dibayarkan.

 

Selang beberapa lama setelah Loyman marah-marah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadan Kebakaran (Damkar) Konawe, Syahlan Saranani pun datang di tempat tersebut sekira pukul 14.35 dan langsung menghampiri Loyman.

 

“Katanya kamu mengamuk,” kata Syahlan singkat.

 

Loyman pun langsung menampiknya. Ia berdalih kalau dirinya tidak mengamuk tetapi hanya kesal saja lantaran uang perjalanan dinasnya belum juga cair.

 

“Kalau kamu marah, ambil ini pistol,” sambung Syahlan sembari menarik pistolnya yang terselip di pinggangnya dan memberikannya ke tangan Loyman.

 

Saat itu Syahlan Saranani sempat mengokang senjatanya, kemudian menarik pelatuk. Pistol itu juga sempat ditodongkan ke punggung Loiman. Namun setelah itu, Loyman malah berujar, kalau dirinya tidak takut ditembak.

 

“Saya tidak takut ditembak,” ujarnya sambil menunjuk dadanya di hadapan Syahlan

 

Setelah peristiwa itu, kedua pejabat tersebut lalu ke luar dari kantor BPKAD sambil berpegangan tangan. Namun setelah itu, Loyman kembali masuk ke ruangan dengan air muka yang masih keruh.

 

Suasana kemudian kembali tenang. Loyman tampak masuk ke salah satu ruangan di BPKAD. Sementara, Syahlan tak tampak lagi entah kemana.

 

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir ini, isu tentang tidak adanya pencairan di BPKAD Konawe menjelang tutup tahun 2017 ini menjadi perbincangan di Warung kopi maupun di medsos. Bahkan isu ini berhembus dari kalangan birokrasi Konawe bahkan pejabat eselon pun mengeluhkan hal tersebut.

 

Laporan: Redaksi

 

About redaksi

Leave a Reply

x

Check Also

Diduga Tertekan, Korban Penganiayaan Oleh Anak Pejabat di Sinjai Cabut Laporan

SINJAI – Tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh putra salah satu pejabat publik di ...