Pemimpin Merakyat Versi Umar Bonte Dianggap Multi Tafsir, Ketua AMPH Sultra Bram Tantang Diskusi Terbuka

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Ketgam : Ketua AMPH Sultra, Bram Barakatino

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Masih ingat dengan pernyataan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Sulawesi Tenggara ( Sultra ), Umar Bonte beberapa waktu lalu, bahwa pemuda harus memilih pemimpin yang merakyat dan yang berpihak kepada KNPI yang sah. Dan itu adalah Asrun-Hugua.

 

Pernyataan tersebut menuai kontroversi, karena KNPI adalah sebuah wadah organ kepemudaan. Dan organisasi pemuda tidak boleh diarahakan untuk terlibat dalam politik praktis.

 

Ketua AMPH – Sultra sekaligus penggurus POSPERA Sultra Bram Barakatino menanggapi hal itu bahwa, pernyataan Umar Bonte terkait pengarahannya kepada seluruh anggota KNPI untuk mendukung salah satu paslon Gubernur Sultra amat konyol.

 

“Sejatinya jika ia faham soal organisasi, ia sadar kalau KNPI itu bukan organ semi politik. Dia harus faham apa makna komite itu,” ujarnya saat ditemui Selasa, (30/01) malam.

 

KNPI itu lanjutnya, perhimpunan semua organ kepemudaan, jadi di sana banyak organ dan ideologi, tidak etis kalau Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam hal ini Umar Bonte memaksakan semua komponen di dalam untuk terlibat politik praktis.

 

“Sebenarnya sah sah saja si Umar itu ngeluarin pernyataan kayak gitu, asal dia bisa manifestasikan ke public bahwa KNPI versi dia itu OKP bukan KNPI yg sebenarnya,” tegas Bram sapaan akrabnya.

 

Menurutnya, memang KNPI yang di gembar gemborkan dia (Umar Bonte, red) itu memang OKP bukan KNPI sebenarnya. Pasalnya, dia hanya berdalih dengan dukungan Kemenkumham semata. Dan Umar Bonte patut belajar banyak lagi soal organisasi.

 

“Kemenkumham itu hanya punya domine untuk melegitimasi ormas atau partai sebagai bukti bahwa ideologi yang dianut tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD,” paparnya.

 

Ia menambahkan, kiblatnya KNPI itu tepatnya di Kemenpora. Dan sampai sekarang Kemenpora tidak mau tahu kalau di Sultra ada KNPI lain selain versi Sahrul Beddu (SB). Jadi Ia menyarakan agat Umar Bonte untuk segera mungkin daftarkan KNPI versinya yang OKP itu ke KNPI sesungguhnya, biar anggota yang notabene sebagai pemuda Sultra tidak jadi korban kepentingan.

 

“Ini sebenarnya untuk kepentingannya. Jadi, seharusnya KNPI jangan dilibatkan di sini. Saya sangat mengutuk tindakan prematur atau cacat logika yang digembar-gemborkan UB di media, sampai-sampai ada indikasi ancaman pecat segala,” tuturnya.

 

Dan satu hal lagi, soal kalimat pemimpin merakyat, dirinya menantang Umar Bonte untuk tafsirkan kata merakyat itu. Karena menurutnya, merakyat yang diutarakan Umar Bonte itu sangat multi tafsir.

 

“Mengatakan seperti itu indikatornya apa? Saya yakin, semua kandidat yang hendak bertarung di pilgub pasti merakyat juga. Saya harapkan UB agar lebih dewasa lagi dalam berstatemen di media public, apalagi menyangkut KNPI,” kata Bram.

 

Laporan : Adam

 

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Penjabat Bupati Konawe Hadiri Undangan Musrenbangnas di Jakarta Convention Center

SUARASULTRA.COM | JAKARTA – Penjabat Bupati Konawe Dr H Harmin Ramba, SE, MM menghadiri Undangan ...

error: Content is protected !!