Tak Mau Ketinggalan Dalam HUT Sultra, Mubar Tampilkan Hasil Komoditi dan Kerajinan Tangan

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Ketgam: Penanggung Jawab Stand Mubar Ibrahim Saat Memberitahukan Cara Yang Baik Dalam Menenun, Agar Menghasilkan Tenunan Yang Baik. FOTO : Adam

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Perayaan Hari Ulang Tahun (Hut) Sultra Ke-54 yang dikemas dalam Halo Sultra kembali digelar di Kota Kendari. Dan setiap kabupaten maupun kota ikut andil dalam Hut tersebut, termasuk Kabupaten Baru mekar yakni Muna Barat.

 

Mubar meski belum lama mekar, namun tidak mau ketinggalan dalam merayakan Hut Sultra. Kabupaten yang dinahkodai Rajiun Tumada, menampilkan hasil tani dan kerajinan tangan masyarakat setempat.

 

Sesuai pantauan Wartawan SuaraSultra.Com, memasuki hari ke tiga, tak sedikit warga yang memperhatikan proses tenunan sarung dan hasil tani masyarakat, dan bahkan pengunjung dalam memanfaatkan momen tersebut, sesekali berselfi maupun berfoto.

 

Banyak hasil tanaman warga yang dipamerkan, seperti jagung putih maupun jagung kuning, ubi kayu, kolope (Ubi Hutan), dan masih banyak yang lainnya.

 

Ketgam : Hasil Komoditi petani Mubar

“Memang jagung itu sudah menjadi hasil tani masyarakat di desa Wuna kecamatan Barangka, karena tanah di sana subur, sehingga tak heran jagungnya banyak dan besar-besar,” ujar penanggung jawab stand Mubar, Ibrahim. Kamis, (26/04).

 

Ia menambahkan, bukan hanya itu yang ditampilkan, melainkan orang yang pakainnya dari sayur-mayur dan bumbu bumbuan, ini menunjukan simbol hasil kekayaan alam dan keberhasilan petani Muna Barat.

 

“Jadi semua yang kita tonjolkan dan pamerkan serta dipromosikan di HUT Sultra tahun ini. Ini betul-betul keberhasilan petani yang ada di Muna Barat,” jelasnya.

 

Selain hasil pertanian dan perkebunan Pemda Mubar juga memamerkan berbagai hasil kerajinan karya kelompok masyarakat di daerah pimpinan Rajiun Tumada itu. Kerajinan tersebut hasil olahan tenunan berupa kain baju dan sarung khas adat Mubar dan beberapa anyaman lainnya.

 

“Kain tenunan Itu merupakan salah satu simbol budaya Muna Barat, dan pakaian tenun itu dipakai dihari hari tertentu, seperti pernikahan dan lain sebagainya,” tutupnya.

 

Laporan : Adam

 

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Penjabat Bupati Konawe Hadiri Undangan Musrenbangnas di Jakarta Convention Center

SUARASULTRA.COM | JAKARTA – Penjabat Bupati Konawe Dr H Harmin Ramba, SE, MM menghadiri Undangan ...

error: Content is protected !!