Septira Nurwidya: Dengarkan Keluhan Masyarakat, Hugua Pantas Jadi Pemimpin

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Ketgam: Anggota komunitas pekerja seni dan budaya yang saat ini tergabung dengan salah satu manajemen di Kota Kendari, Septira Nurwidya. FOTO : Adam

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Para pekerja seni khususnya di Kota Kendari, sangat membutuhkan sosok pemimpin yang dapat mendengarkan keluhan masyarakat. Pemimpin yang berani membuka ruang komunikasi, bahkan dapat memberikan perhatian, demi kemajuan seni dan budaya Sultra.

 

“Yah, kami para pekerja seni jelas sangat mendukung sosok yang memihak dan memperhatikan para kaum muda, khususnya pekerja seni. Karena selama ini kami masih dipandang sepele, tidak ada kebijakan yang pro, biasanya dibiarkan berjuang sendiri. Padahal, setiap ajang nasional yang kami ikuti, itu membawa nama daerah,” ujar Septira Nurwidya, anggota komunitas pekerja seni dan budaya yang saat ini tergabung dengan salah satu manajemen di Kota Kendari. Senin, (18/06).

 

Kala itu dirinya pernah meraih prestasi sebagai Putri Pariwisata Sultra tahun 2015. Menurut Saptira, bahwa pasangan calon (Paslon) gubernur Ir Asrun dan wakil gubernur Ir Hugua, dinilainya sebagai sosok calon pemimpin yang bisa memberikan ruang dan perhatian khusus terhadap pekerja seni. Sebab, di setiap kali moment diskusi bersama Hugua selalu mendengarkan apa yang menjadi keluhan mereka seraya memberikan support.

 

“Beberapa kali kami mewakili Sultra ke ajang nasional, dan Sultra itu dikenal karena Wakatobi. Nah, ini menunjukan bahwa managemen Pak Hugua sewaktu memimpin kabupaten tersebut berhasil, karena Wakatobi bisa dikenal hingga ke luar negeri,” jelas wanita bertubuh tinggi semampai ini.

 

Menurutnya, di era berbasis digital ini, dibutuhkan pemimpin yang memiliki konsep pemasaran produk daerah dengan keterlibatan para pekerja seni, yang bisa membantu mengangkat identitas daerah dan berdampak pada pertumbuhan perekonomian daerah menjadi lebih baik. “Dengan begitu saya rasa perekonomian akan meningkat,” ucapnya.

 

Saat ini, lanjutnya, Studio 28 yang menaungi dan mengantarkan dirinya pada dunia seni yang digelutinya telah memiliki ratusan members. Dimana, setiap tahunnya dilakukan rekruitmen 40 lebih anggota baru.

 

“Banyak ragam kegiatan yang kami ikuti, seperti tarian, akting, modeling dan musik dan lain sebagainya,” urai Saptira.

 

Sementara itu, pebisnis Megawati Bakka mengaku, pihaknya dari para kalangan pengusaha pemula banyak menghadapi permasalahan, seperti akses permodalan yang sulit didapatkan hingga tempat usaha yang bisa memberikan kepastian berusaha.

 

“Pak Asrun dan Hugua ini banyak memberikan ilmu dan pandangan soal keberlangsungan usaha kami. Makanya, kami lebih tertarik untuk berdiskusi banyak bersama kedua figur ini,” terangnya.

 

Ia menambahkan, Asrun-Hugua dinilai sebagai Paslon yang pro terhadap para pengusaha pemula dan masyarakat tak mampu, karena telah mencanangkan program bantuan modal usaha bagi masyarakat, yang dikemas melalui visi misi.

 

“Iya, Asrun-Hugua ini merupakan Paslon yang paling mengerti dan perhatian terhadap masyarakat miskin,” tutupnya.

 

Laporan : Adam

 

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Penjabat Bupati Konawe Hadiri Undangan Musrenbangnas di Jakarta Convention Center

SUARASULTRA.COM | JAKARTA – Penjabat Bupati Konawe Dr H Harmin Ramba, SE, MM menghadiri Undangan ...

error: Content is protected !!