Kompol Mauluddin : Di Dalam Tubuh Korban Terdapat Sianida Sehingga Mengakibatkan Kematian

Ketgam: Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Kompol DR. dr Mauluddin Saat Memberikan Keterangan Kepada Wartawan Usai Melakukan Outopsi. FOTO : Adam

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Telah terjadi pembunuhan berencana di Dusun Emolingku Desa Toari Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana yang dilakukan oleh inisial W (58) terhadap T (51) pada Jumat, 03 Juli 2018 lalu dengan menggunakan serbuk bambu yang dicampur kunyit atau sering dinamakan Bajabu.

 

Dengan kejadian tersebut, keluarga korban dan pihak penyidik yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polsek Poleang Barat Kabupaten Bombana AKP Muhammad Sofwan Rosyidi SIK langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan outopsi.

 

Menurut Kompol Dr. dr. Mauluddin berdasarkan hasil outopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik rumah sakit Bhayangkara Kota Kendari Sultra tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

 

“Kami baru saja menyelesaikan outopsi dan sekakigus pemeriksaan sample di Balai Pengawasan Obat obatan dan Makanan (BPOM) Sultra, bahwa di tubuh jenazah (T, red) tidak terdapat tanda tanda kekerasan, dan korban tidak mengidap penyakit serius yang beresiko kematian,” jelasnya.

 

Kemudian lanjutnya, secara umum dirinya menemukan yang berkesesuaian, bahwa korban keracunan, karena hal ini diperkuat dengan hasil sementara dari BPOM, bahwa pada kopi yang diminum korban T mengandung sianida alam.

 

“Biasa orang bilang Bajabu, dan korban T meminum semua kopi yang ada di gelas tersebut, sehingga tidak bisa tertolong,” jelasnya usai melakukan outopsi. Sabtu, sekira pukul 21.30 Wita malam.

 

Ia menambahkan, dari keterangan pihak penyidik dari Poleang Barat, telah diamankan seorang pelaku inisial W dengan pengakuannya telah menggunakan racun dari serbuk bambu dan kunyit.

 

“Setelah kita analisa bahwa racun bambu ini adalah senyawa glikosida sianogenik apabila memasuki tubuh dan bertemu dengan enzim enzim tubuh maka akan membentuk sianida,” urainya.

 

Lebih jauh Mauluddin menjelaskan, sianida yang masuk dalam tubuh maka akan bekerja dengan cepat, sehingga mengakibatkan kematian secara langsung.

 

“Sianida alam ini yang ditaruh pada kopi dia dan apabila masuk dalam tubuh maka dia akan bekerja secara hebat,” tutupnya.

 

Laporan : Adam

 

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Gubernur Sultra Launching Penyaluran Bantuan Beras CPP 2024

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto meluncurkan (Launching) menyalurkan ...