Jembatan Rusak, Warga Desa Mata Wawatu Keluhkan Kinerja Kadesnya

Ketgam : Tampak Jembatan yang Dilaporkan Rusak./Foto. Adam

SUARASULTRA.COM,  – Warga Desa Mata Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan ( Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara  ( Sultra) keluhkan kinerja Kepala Desanya.

 

Pasalnya ada beberapa program Desa tidak terealisasi dengan baik, yang membuat masyarakat setempat harus elus dada dengan kinerja Kadesnya. Di mana salah satu program Desa yang menjadi sorotan masyarakat adalah pembangunan jembatan dengan anggaran Rp 140 juta menggunakan Dana Desa (DD) yang tidak bisa digunakan sama sekali karena bangunan jembatan tersebut rawan rubuh.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Erwin Saputra salah satu warga Desa Mata Wawatu saat ditemui di lokasi jembatan yang berada di Desa tersebut, di mana kondisi jembatan yang selesai dikerjakan awal Februari 2018, kondisinya sangat memprihatinkan.

 

Kondisi jembatan tersebut rusak, sehingga membuat masyarakat takut melewati jembatan tersebut karena kapan saja bisa rubuh.

 

“Coba lihat jembatannya, kondisinya sangat memprihatinkan jembatan ini selesai bulan 2 dan rusak bulan 5. Jadi masyarakat takut lewati pakai mobil jangan sampe rubuh, dan saya yakin jembatan ini kapan saja bisa memakan korban kalau kita melihat kondisinya,” paparnya.

 

Lanjut Erwin, selain kondisi jembatan yang rusak, setelah pembangunan jembatan dilakukan oleh pihak Desa dan dilakukan serah terima oleh warga jembatan tersebut belum bisa digunakan. Karena akses jembatan yang begitu tinggi sehingga masyarakat setempat berinisiatif untuk menimbun jembatan agar bisa dilalui oleh kendaraan baik roda dua dan roda empat.

 

“Awalnya jembatan ini tidak bisa digunakan karena belum ditimbun, jadi kita harus timbun sendiri pakai dana sendiri, bahkan kita harus membongkar bronjong yang sudah dibangun untuk menimbun agar jembatan itu bisa dilalui,” ujarnya.

 

Erwin juga menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut juga sangat ganjil, pasalnya jembatan tersebut dianggarkan ditahun 2017 menggunakan DD, namun dikerjakan nanti pada tahun 2018.

 

“Kalau sudah dianggarkan kenapa tidak langsung dibangun? Tarus kalau memang lama dibangun anggarannya disimpan dan dialihkan ke mana itu yang selalu menjadi pertanyaan kami. Belum lagi ada beberapa bangunan seperti bangunan bronjong yang tidak sesuai dengab spesifikasi,” urainya.

 

Kades Mata Wawatu, Jahilin yang juga dikonfirmasi melalui telpon selulernya membenarkan keluhan masyarakat tersebut bahwa bangunan jembatan yang dibangun menggunakan DD rusak.

 

Menurutnya,  rusaknya jembatan tersebut akibat bencana alam, dan pihaknya kini telah memperbaiki pembangunan jembatan itu.

 

“Jembatannya itu rusak karena banjir bukan kemauan kita tapi karena faktor alam, dan sudah mulai diperbaiki menggunakan anggaran jembatan juga. Karena anggaran pembangunan jembatan itu belum habis, dan ada juga beberapa bangunan jembatan belum kami selesaikan salah satunya itu leningnya karena baru satu lening yang kami kerjakan,” paparnya.

 

Laporan : Adam
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Berbagi Kebahagiaan, Insight IM Berikan Paket Umrah kepada Penerima Manfaat Dompet Dhuafa

JAKARTA – Melebarkan kebermanfaatan lebih untuk masyarakat, PT. Insight Investments Management (Insight IM) memberikan apresiasi ...