Anglerfish, Si Alien Pemancing di Laut Dalam

Ketgam : Refki Alaf Haykal

Oleh       :  Rifky Alaf Haykal
Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.
NIM        : 180254241026
Prodi      : Ilmu Kelautan
Fakultas : Ilmu Kelautan dan Perikanan

 

TANJUGPINANG – Lautan dalam memang penuh dengan hal yang luar biasa sekaligus mengerikan. Pernahkan kalian melihat alien? Alien yang hanya sebagai konspirasi ternyata benar adanya tetapi bukan di luar angkasa melainkan di laut dalam, salah satunya Lophiiformes atau ikan sungut ganda.

 

Spesies Anglerfish, Caulophryne Jordani (Scribol.com)

Dalam bahasa Inggris ikan ini disebut anglerfish. Ikan “alien” ini memiliki bentuk fisik yang mengerikan serta aneh dengan kepala yang besar, gigi tajam yang kelihatan dari luar dan terakhir ciri khusus dari anglerfish yaitu antena di ujung kepalanya yang menyala dalam gelap.

 

Antena pada anglerfish berbentuk seperti bandul bandul kecil dengan ujung yang bercahaya. Dalam film animasi “Finding Nemo (2003)” kita melihat betapa ganasnya seekor anglerfish memburu si Dori dan si Nemo, dalam animasi ini kita bisa lihat bagaimana fungsi dari antenanya yang membuat si Dori terpana.

 

Karena habitatnya di Samudra Atlantik dan Samudra Antartika pada kedalaman mencapai 500 meter atau lebih, antena yang bercahaya pada anglerfish jelas berguna untuk meneranginya dalam kegelapan laut dalam. Selain untuk menerangi, antena pada anglerfish memiliki daya tarik bagi mangsanya sehingga tanpa disadari mangsanya seperti “tersihir” mendekati sumber cahaya dan tanpa ragu anglerfish menyantap mangsanya.

 

Menurut Wilia Widiana dalam situs yang publikasi Bobo.grid.id, “Ternyata, antena yang dimiliki anglerfish bercahaya bukan karena dirinya sendiri seperti kunang-kunang, melainkan bakteri yang tinggal di antenanya. Bakteri dan ikan ini bersimbiosis mutualisme karena bakteri memberi cahaya pada anglerfish, dan ia mendapat gizi dari si ‘alien’ setelah memakan mangsanya.”(11/4/2017).

 

Bukan hanya antenanya saja yang bercahaya, tetapi dia juga memiliki juntaian-juntaian seperti benang yang berserakan di tubuhnya yang disebut flamen dan siripnya yang bercahaya. Ini juga merupakan sebuah penemuan baru.

 

Ted Pietsch, seorang peneliti ikan laut dari University of Washington yang diwawancarai oleh Science Magazine, “Selama ini, para peneliti mengira bahwa satu-satunya bagian tubuh anglerfish yang bercahaya hanyalah antena di kepalanya yang digunakan untuk menarik mangsa. Namun, video (dari Kirsten dan Joachim Jakobsen) menampilkan bahwa flamen dan sirip Caulophryne jordani juga mengeluarkan cahaya.” (22/3/2018).

 

Perkawinan anglerfish ini sangat mengerikan, sebuah penemuan dari sepasang suami istri Kirsten dan Joachim Jakobsen yang diabadikan dalam videonya yang dipublikasi oleh National Geographic (30/3/2018).

 

Sepasang anglerfish, betina ukurannya yang jauh lebih besar dari pada jantan, terlihat bersatu atau parasitisme seksual. Pejantan, sebagai parasit, masuk ke dalam jaringan tubuh si betina dan mengambil nutrisi dari jaringan darah.

 

Ketika betina siap bereproduksi, maka pembuahan terjadi secara eksternal. Pejantan dan betina  akan bersamaan melepaskan sel sperma dan sel telur.(**)

About redaksi

Leave a Reply

x

Check Also

Berbagi Kebahagiaan, Insight IM Berikan Paket Umrah kepada Penerima Manfaat Dompet Dhuafa

JAKARTA – Melebarkan kebermanfaatan lebih untuk masyarakat, PT. Insight Investments Management (Insight IM) memberikan apresiasi ...