Pj Kades Tanjung Bunga Berkomitmen Bawa Perubahan

Ketgam : Salah satu warga desa Tanjung Bunga saat menerima atap rumah anti karat tahun 2019.

SUARASULTRA.COM, KONUT – Sejak dijabat Nurdin, pembangunan wilayah Desa Tanjung Bunga Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini mulai nampak peningkatan.

 

Wilayah yang dihuni 118 KK terdiri dari mayoritas suku Bajau itu sejak tahun 2017 sampai saat ini,  pembangunan infrastruktur pemerintahan, Pemberdayaan Masyarakat dan peningkatan ekonomi di desa itu kian meningkat.

 

“Infrastruktur dan sarana umum menjadi sasaran utama dalam program saya membangun desa ini, seperti rehabilitasi bangunan sarana ibadah, jalan desa dan sarana prasarana nelayan,” kata Nurdin Pj.Kades Tanjung Bunga kepada media ini Kamis (09/05/2019).

 

Selain itu kata Nurdin, melalui program Dana Desa  tahun ini (2019), sarana prasarana perumahan rakyat dan pengadaan perahu fiber menjadi salah satu kegiatan utamanya.

 

Ketgam : Pj.Kades Tanjung Bunga Nurdin saat ditemui Suarsultra.Com Pada Kamis (09/05/2019).

“Tujuan rehab rumah warga adalah memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Sedangkan pembuatan perahu fiber pada tahun 2018 sebanyak 23 unit yakni untuk meningkatkan ekonomi warga nelayan,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, warga Tanjung Bunga menilai kehadiran Nurdin sebagai Pejabat Kades dianggap telah membawa perubahan di wilayah Desa tersebut menjadi lebih baik.

 

” Melalui dana desa, kehadiran Pj. Kades Tanjung Bunga telah membawa perubahan yang baik buat kami warga di desa ini. Rumah kami direhab, sarana dan prasarana digenjot pembangunanya dan lebih bermanfaat setelah kami dibagikan perahu fiber,” ungkap beberapa warga nelayan Tanjung Bunga.

 

Menurut mereka, pelaksanaan pembangunan di desa setempat berjalan transparan dan sesuai hasil musyawarah mufakat.

 

Dari pantauan Suarasultra.Com, sejak tahun 2018 hingga saat ini (2019) di bawah kendali management Pj.Kades , warga nelayan di desa tersebut sudah memiliki alat tangkap modern seperti perahu fiber yang dikenal tahan di berbagai cuaca ekstrim.

 

Warga desa mendapat bahan rumah seperti atap, kayu rangka atap beserta paku. Sarana umum seperti bangunan Masjid tua kini semakin lebih kokoh karena sudah direhab, gedung Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) telah tersedia temasuk gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), telah dimanfaatkan oleh warga untuk mendapatkan layanan pendidikan bagi anak usia dini.

 

Laporan : Aras Moita

About redaksi

Leave a Reply

x

Check Also

Diduga Tertekan, Korban Penganiayaan Oleh Anak Pejabat di Sinjai Cabut Laporan

SINJAI – Tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh putra salah satu pejabat publik di ...