Konawe Resmi Keluar dari Daftar Daerah Tertinggal, Ini Harapan Kery Kedepannya

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Ketagm : Bupati Konawe, Kery Saiful Konggosa saat memberi sambutan di acara pelantikan Pj Sekda Konawe, Dr.Ferdinand Sapan, SP, MH (DOK.SUARA SULTRA)

SUARASULTRA.COM, KONAWE – Berkat kerja keras Bupati Kery Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati Gusli Topan Sabara bersama seluruh stakeholder, Kabupaten Konawe telah dikeluarkan dari daftar daerah tertinggal oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian DPDTT) Republik Indonesia (RI).

Kepastian keluarnya kabupaten Konawe dari daftar daerah tertinggal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal Yang Terentaskan Tahun 2015-2019.

Terkait pencapaian tersebut, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku bersyukur atas pengakuan pemerintah itu. Kata Kery, keluarnya SK Menteri tersebut bagian dari pengakuan pemerintah pusat atas keberhasilan pemerintahannya bersama Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara.

Ketgam : Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (keempat dari kiri) didampingi Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara ST, MM (keempat dari kanan) saat menerima penghargaan WTP dari BPK RI, (DOK.SUARA SUTRA)

Menurut mantan ketua DPRD Konawe itu, perkembangan kabupaten Konawe sejak beberapa tahun belakangan ini ditopang oleh program Dana Desa (DD) yang dikucurkan melalui Kementerian DPDTT.

Dikatakan, dengan adanya program DD, terjadi pembangunan yang masif di pedesaan khususnya dari sisi infrastruktur publik. Sehingga hal itu menjadi penilaian khususnya Kementerian DPDTT, untuk mengeluarkan Konawe dari daftar daerah tertinggal.

“Kita tidak bisa pungkiri pengaruh dana desa, karena dengan dana desa itu menjadikan infrastruktur di tingkat desa lebih baik secara menyeluruh. Sehingga Pemerintah Pusat menilai Konawe sudah cukup berkembang dari sudah tidak layak lagi disebut daerah tertinggal,” kata Kery.

Bupati Konawe dua priode ini juga menuturkan, selain digunakan untuk membangun infrastruktur, dana desa juga membuat daya saing warga meningkat seiring dengan dilaksanakannya program pembangunan sumber daya manusia (SDM) aparatur.

Ketgam : Wakil Bupati Gusli Topan Sabara, ST, pMM (baju putih) saat panen raya bersama TNI, Foto/Istimewa

Dikatakan, kedepannya program pemberdayaan masyarakat melalui penganggaran dana desa tersebut akan disingkronisasikan dengan rencana pembangunan ekonomi yang dicanangkan Pemda Konawe.

“Mungkin dengan dana desa itu bisa dikucurkan untuk program pemberdayaan, misalnya usaha kecil, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kita,” kata mantan ketua DPD PAN Konawe ini.

Lebih lanjut Kery menjelaskan, efek positif atas adanya program dana desa tersebut, salah satunya berdampak pada membaiknya ekonomi masyarakat, yang berdampak langsung atas penurunan konflik sosial.

“Salah satu dampaknya seperti penyelenggaraan Pemilu yang berjalan lancar dan aman, sehingga bisa mengantarkan Presiden Jokowi terpilih kembali, itu karena ekonomi masyarakat sudah membaik sebagai dampak program dana desa, karena kalau masyarakat miskin, itu akan mudah memunculkan kerusuhan dan konflik sosial,” ungkapnya.

Ketgam : Wakil Bupati Gusli Topan Sabara, ST, MM ( baju seragam biru) saat mendamping Menteri PUPR meninjau jembatan Ameroro, Foto / Istimewa

Jadi, kata Kery, kita pemerintah mendukung program DD tersebut dengan turut serta menyalurkan Anggaran Dana Desa (ADD), sehingga tidak hanya infrastruktur yang baik tapi ekonomi masyarakat desa juga meningkat.

“Dan saya berterimakasih, serta bersyukur dengan keluarnya Konawe dari daftar daerah tertinggal, mudah-mudahan tahun mendatang akan lebih meningkat lagi. Dan selanjutnya jika ekonomi sudah membaik maka visi misi kita akan kita lanjutkan,” terangnya.

Kery juga menyebut, membaiknya ekonomi masyarakat melalui program DD tersebut, telah memicu peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat Konawe, serta kualitas kesehatan masyarakatnya, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Untuk itu, lanjutnya, Pemda Konawe meningkatkan kualitas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Konawe tidak hanya dari sisi sarana prasarana peralatan kesehatan, pendidikan termasuk juga kualitas sistem dan tata kelola melalui akreditasi paripurna rumah sakit.

“Jadi karena itu kita tingkatkan kualitas layanan di rumah sakit, karena itu sudah menjadi konsekuensi jika ekonomi membaik, maka pendidikan dan pelayanan kesehatan juga harus membaik,” ujarnya.

Kery berharap, dengan keluarnya Konawe dari daftar daerah tertinggal bisa memacu semangat para ASN dan jajaran Pemda Konawe untuk bisa lebih bersemangat lagi meningkatkan pembangunan.

Laporan : Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Dua Kali Bawa Konawe Raih Kinerja Tinggi se-Indonesia, KSK Jadi Bupati Terbaik

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Mantan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) telah membuktikan kualitasnya selama ...

error: Content is protected !!