Mengenal Lebih Dekat Ketua Komisi III DPRD Konawe H. Abdul Ginal Sambari

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Ketua Komisi III DPRD Konawe H. A. Ginal Sambari, S.Sos, M.Si

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Konawe, H. Abdul Ginal Sambari, S.Sos, M.Si merupakan pria kelahiran Kendari 27 Juli 1966. Saat ini, H. Ginal Sambari sudah berusia 57 tahun.

Selain menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Konawe, Politisi Golkar ini juga dikenal sebagai tokoh adat. Ginal Sambari pun diberi amanah sebagai Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kabupaten Konawe.

Saat Pemilu 2019, Ginal Sambari maju bertarung di daerah pemilihan Konawe II dengan kendaraan politik yang meliputi enam kecamatan yaitu Kecamatan Wonggeduku Barat, Wonggeduku, Pondidaha, Meluhu, Amonggedo dan Besulutu dan terpilih kembali sebagai anggota DPRD Konawe.

Karier Politik Ginal Sambari dimulai di awal reformasi. Saat itu, Ginal sapaan akrab Ketua Komisi III  memberanikan diri maju untuk memperebutkan kursi legislator dan terpilih. Saat itu, Kabupaten Konawe masih dikenal dengan nama Kabupaten Kendari.

Di kursi dewan, karier politik ayah empat anak ini terbilang gemilang. Meski pernah vakum dalam satu periode, Ginal telah mencatatkan dirinya sebagai legislator yang dicintai oleh konstituennya.

Terbukti, dia (Ginal) sudah empat kali memenangi kontestasi anggota DPRD Kabupaten Konawe.

Pada Pemilu 2014, Ginal mampu meraup 1300 lebih suara dan Pemilu 2019 Ginal berhasil mendapatkan 1400 lebih suara.
Aktivitas Ginal tak hanya sebatas rutinitas di kursi legislator saja. Dia juga aktif di bidang olahraga.Ginal diketahui menjabat sebagai  Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Konawe dan Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Konawe.

Selain itu, Ginal juga merupakan pemerhati budaya. Ia kerap vokal menyuarakan mengenai pelestarian dan pengembangan suku dan budaya lokal. Seperti mendorong generasi muda untuk terlibat dalam melestarikan budaya suku Tolaki.

H. Abdul Ginal Sambari bersama Keluarga

Pria berkumis tebal ini menilai generasi muda saat ini sudah mulai melupakan dan meninggalkan budaya lokal akibat pengaruh dari luar. Padahal, budaya daerah merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan, karena memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi pedoman hidup bagi masyarakat.

Menurut Ginal, pelestarian dan pengembangan budaya daerah tidak hanya penting untuk menjaga kekayaan dan keberagaman bangsa, tetapi juga untuk membentuk karakter bangsa yang berakhlak, berbudaya, dan bermartabat.**

Editor: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Tingkatkan Produksi Pertanian, Harmin Ramba Serahkan Bantuan 34 Unit Alsintan Kepada Kelompok Tani

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Dalam rangka peningkatan produksi pertanian, Penjabat Bupati Konawe Dr. H. Harmin ...