

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Konawe angkat suara terkait dugaan korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe yang kini menjadi sorotan publik.
Lembaga kepemudaan ini mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang dinilai merugikan keuangan negara dan masyarakat luas.
Kasus ini mencuat setelah Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Konawe mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana klaim BPJS Kesehatan oleh RSUD Konawe. Temuan itu diungkap dalam rapat paripurna DPRD setempat.
Ketua Pansus, H. Abdul Ginal Sambari, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa terdapat utang rumah sakit sebesar Rp20,8 miliar yang diduga janggal. Padahal, menurutnya, dana klaim BPJS sebesar Rp18 miliar seharusnya sudah digunakan untuk membayar sebagian besar utang tersebut.
“Ada utang sebesar Rp20,8 miliar yang sangat mencurigakan. Dana klaim BPJS yang telah dibayarkan pemerintah tidak jelas keberadaannya. Ini harus ditelusuri,” ujarnya dalam forum resmi DPRD yang diliput sejumlah media.
Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan KNPI Konawe, Nikson Alexander, menduga kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan RSUD Konawe yang dilakukan untuk memperkaya diri sendiri.
“RSUD Konawe ini bahkan berstatus rumah sakit bintang lima dari Kementerian Kesehatan RI, tetapi faktanya justru menyimpan persoalan besar di dalamnya,” ungkap Nikson dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Mei 2025.
Nikson menegaskan, KNPI akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta Polres Konawe untuk bersikap transparan dan profesional dalam proses penyelidikan.
“Kami mendesak agar penyidik serius menuntaskan kasus ini. Jangan sampai ada pembiaran, karena masyarakat semakin susah akibat dampaknya,” katanya.
Nikson juga menyoroti buruknya pelayanan di RSUD Konawe, yang menurutnya menjadi bukti bahwa pengelolaan anggaran tidak dilakukan dengan benar.
“Pelayanan sangat memprihatinkan, mulai dari kebersihan yang tidak terjaga hingga AC yang mati di berbagai ruangan. Ini menyangkut persoalan kemanusiaan. Penyidik harus berani membuka semuanya, jangan ada yang ditutupi,” tegasnya.
KNPI Konawe menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini demi keadilan dan transparansi di sektor pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Laporan: Sukardi Muhtar



