Kejati Sultra dan PWI Sepakat Perkuat Kolaborasi Demi Profesionalisme dan Tanggung Jawab Publik

  • Share
Ketua PWI Sultra, Sarjono, S.Sos, M.Si (ketiga kiri) bersama Kajati Sultra, Dr. Abd Qohar, Affandi SH, MH (ketiga dari kanan).

Make Image responsive
Make Image responsive

Kejati Sultra dan PWI Sepakat Perkuat Kolaborasi Demi Profesionalisme dan Tanggung Jawab Publik

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra sepakat menjaga dan memperkuat kolaborasi demi terwujudnya kerja-kerja profesional serta bertanggung jawab bagi kepentingan publik.

“Kejaksaan dan insan pers saling membutuhkan. Pers membutuhkan data dan informasi untuk pemberitaan, sementara Kejaksaan membutuhkan pers untuk publikasi,” ujar Kepala Kejati Sultra, Dr. Abd. Qohar Affandi, S.H., M.H., Jumat (8/8), di ruang kerjanya.

Menurutnya, siapapun pimpinan Kejati Sultra di masa depan, hubungan kemitraan dengan insan pers perlu terus dirawat agar tetap berkelanjutan.

Silaturahmi ini dihadiri Ketua PWI Sultra, Sarjono, didampingi Dewan Kehormatan Abd. Azis, Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Dr. Umar Marhum, dan Kalvin. Dari Kejati Sultra turut hadir Asisten Intelijen (Asintel) Muhammad Ilham, S.H., M.H. Pertemuan berlangsung hangat selama sekitar dua jam.

Abd. Qohar, yang baru menjabat menggantikan Dr. Hendro Dewanto, menegaskan pentingnya peran wartawan yang profesional, patuh pada undang-undang, kode etik, dan pedoman pemberitaan.

“Kami membutuhkan wartawan, dan Kejaksaan adalah institusi yang dekat dengan insan pers. Namun, wartawan harus memegang teguh aturan perundang-undangan,” tegasnya.

Ia mengakui, profesi wartawan tidak mudah. Di tengah tuntutan publik yang semakin kritis, wartawan harus terus meningkatkan kapasitas diri. Apalagi, jumlah jaksa di Kejati Sultra yang hanya 56 orang dinilai belum sebanding dengan beban perkara, khususnya kasus korupsi.

“Pers berperan penting menyampaikan informasi bahwa penanganan perkara tidak hanya dilakukan Kejaksaan, tetapi juga Kepolisian dan KPK,” jelasnya.

Ketua PWI Sultra, Sarjono, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Kajati Sultra. Ia menegaskan, di tengah banjir informasi, jurnalisme yang bermartabat dan mencerdaskan sangat dibutuhkan.

Baca Juga:  Misteri Jembatan Teluk Kendari: Motor Ditemukan, Pemilik Diduga Lompat

“PWI Sultra berkomitmen memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten/kota dan meningkatkan kapasitas wartawan,” ujarnya. Saat ini, kepengurusan PWI daerah telah terbentuk di Kota Baubau, Wakatobi, Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, dan Kolaka.

Sarjono juga menegaskan bahwa penilaian objektif terhadap kerja wartawan penting untuk perbaikan profesi. Namun, bila ada oknum yang mencoreng nama baik kewartawanan dengan perilaku tercela, hal itu menjadi tanggung jawab pribadi.

“Mereka yang menyalahgunakan profesi demi kepentingan sesaat sangat memprihatinkan dan meresahkan,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
banner 120x600
  • Share