
Konfercab HMI Kendari ke-XXX Diduga Cacat Konstitusi, Kader Soroti Intervensi dan Kepentingan Kelompok
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari ke-XXX yang seharusnya menjadi forum strategis untuk melahirkan regenerasi kepemimpinan progresif, dinilai sejumlah kader justru berjalan tidak ideal dan terindikasi cacat konstitusi.
Dalam keterangan tertulis, Awalul Ramadhan, kader HMI Cabang Kendari sekaligus Ketua Bidang PTKP Komisariat Teknik UHO, menyebut bahwa Konfercab kali ini memunculkan tanda tanya besar terkait kemurnian prosesnya.
Awal menilai bahwa tujuan regenerasi kader umat dan kader bangsa yang menjadi roh perjuangan HMI justru terkesan dipermainkan oleh segelintir kepentingan.
Menurut Awal, dinamika Konfercab yang berlangsung tidak mencerminkan proses objektif sebagaimana diamanahkan dalam konstitusi organisasi.
“Konfercab idealnya menjadi ruang pemilihan pemimpin yang layak, mumpuni, dan lahir dari rekam jejak perjuangan kader. Bukan sekadar formalitas yang mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya, Rabu 3 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa forum Konfercab seharusnya dijalankan secara transparan, jujur, adil, dan demokratis, demi menjaga marwah organisasi serta memastikan lahirnya pemimpin yang benar-benar memiliki kualitas kepemimpinan dan integritas.
Namun, Awal menilai realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda. Lebih lanjut, Awal mengungkapkan adanya kecenderungan proses pemilihan yang tidak sepenuhnya mencerminkan nilai kaderisasi yang sah dan konstitusional.
Lebih jauh, ia menduga terdapat intervensi dari pihak-pihak berkepentingan dalam proses pemilihan Calon Ketua Umum HMI Cabang Kendari. Dugaan tersebut, menurutnya, berpotensi mendistorsi mekanisme pemilihan yang semestinya independen, objektif, dan akuntabel.
“Kita mengharapkan pemimpin HMI Cabang Kendari lahir dari lingkaran sehat kader hijau hitam, bukan dari rekayasa dinamika yang mengorbankan prinsip organisasi,” ujarnya.
Awal menegaskan bahwa HMI sebagai organisasi besar harus menjaga integritas proses demokrasi internal, agar cita-cita membentuk pemimpin umat dan bangsa tidak tergerus oleh kepentingan sempit.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia Konfercab belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.***
Editor: Redaksi
















