
Aksi Tak Terpuji Cemari Dunia Pendidikan, Ruang Kelas SDN 5 Wawonii Utara Dijadikan Tempat BAB
SUARASULTRA.COM | KONKEP – Dunia pendidikan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tercoreng oleh perbuatan tidak terpuji oknum tak bertanggung jawab.
Sekolah yang sejatinya menjadi tempat menimba ilmu justru dijadikan lokasi buang air besar.
Peristiwa memprihatinkan itu terjadi di SD Negeri 5 Wawonii Utara yang berlokasi di Desa Wawo Beau, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan.
Berdasarkan video amatir yang beredar dan diterima awak media, terlihat jelas kotoran manusia berserakan di atas meja guru dan meja belajar siswa.
Tak hanya itu, ruangan kelas juga diduga dikencingi, dipenuhi sampah, serta kondisi meja dan kursi belajar tampak berantakan.
Salah seorang guru SDN 5 Wawonii Utara tak mampu menyembunyikan rasa prihatin dan kekecewaannya atas kejadian tersebut.
Dalam video tersebut, ia meluapkan kesedihannya melihat ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat belajar justru dinodai perbuatan tidak manusiawi.
“Astaghfirullah, sampai hatinya ini manusia. Kasian anak-anak, kelas saya sudah ditaiki, sampah berserakan begini,” ucapnya dengan nada sedih, Jumat (23/1/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.
“Setiap hari ditaiki. Hari ini sasarannya kelas 3 dan kelas 5. Mudah-mudahan dikasih hidayah itu orang,” lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang warga Wawonii yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa gedung sekolah SDN 5 Wawonii Utara telah bermasalah sejak hampir dua tahun terakhir.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar SDN 5 Wawonii Utara terpaksa dilakukan di balai Desa Wawo Beau.
“Sekolahnya itu sudah hampir dua tahun disegel. Jadi mereka pinjam balai desa untuk dijadikan tempat belajar,” ungkap warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe Kepulauan, Armin, belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon tidak mendapat respons.
Laporan: FN
Editor: Sukardi Muhtar
















