

Dua Mahasiswa Geologi UHO yang Sempat Hilang di Hutan Meluhu Ditemukan Selamat
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Dua mahasiswa Jurusan Teknik Geologi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan penelitian lapangan di kawasan hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat.
Kedua mahasiswa tersebut ditemukan pada Rabu, 28 Januari 2026, di sebuah pondok yang berada di tengah area persawahan Wowaepe, tidak terlalu jauh atau sekitar 5 kilometer dari lokasi penelitian.
Kabar ditemukannya kedua mahasiswa UHO itu pertama kali disampaikan melalui unggahan akun Facebook Git Gita di berandanya.
“Alhamdulillah ketemu mi anak KKN UHO yang tersesat di hutan Meluhu. Didapat di bagian sawah Wowaepe,” tulis Git Gita.

Sebelumnya, dua mahasiswa UHO Kendari bernama Taufik (22) dan Dimas (22) dilaporkan hilang pada Selasa, 27 Januari 2026, saat menjalankan tugas penelitian pemetaan wilayah sebagai bagian dari kegiatan akademik Fakultas Geologi dan Pertambangan UHO.
Lokasi penelitian berada di area perkebunan kelapa sawit milik PT Tani Prima Makmur (TPM) di Desa Sambasule. Dari lokasi tersebut, para mahasiswa kemudian masuk ke kawasan hutan mengikuti jalur pemetaan yang telah ditentukan berdasarkan peta blok yang disusun oleh dosen pembimbing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan penelitian dilakukan secara berkelompok dengan sistem pembagian blok. Setiap kelompok terdiri dari dua orang mahasiswa yang bertugas memetakan satu blok wilayah.
“Dua mahasiswa itu masuk melalui Desa Sambasule dan memulai penelitian dari area perkebunan sawit menggunakan peta blok yang diberikan oleh dosen. Dalam satu grup terdiri dari dua orang, dan hasil pemetaan wajib dilaporkan,” ujar Malik Risal, Pimpinan Operasi Pencarian Orang BPBD Konawe, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (28/1).
Kegiatan pemetaan dimulai sejak pagi hari. Sesuai jadwal, seluruh kelompok diwajibkan kembali ke titik awal dan melakukan koordinasi pada pukul 12.00 Wita. Namun, hingga waktu yang ditentukan, satu kelompok tidak kunjung kembali.
Upaya koordinasi terus dilakukan hingga pukul 15.00 Wita, namun kedua mahasiswa tersebut tidak dapat dihubungi dan dinyatakan putus kontak. Kondisi tersebut membuat pihak kampus dan tim lapangan melaporkan kejadian itu sebagai orang hilang.
Proses pencarian kemudian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian, BPBD Konawe, Dinas Pemadam Kebakaran, serta warga setempat. Tim melakukan penyisiran darat di area perkebunan dan kawasan hutan sekitar lokasi penelitian.
Setelah dilakukan pencarian intensif, kedua mahasiswa akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Saat ini, keduanya telah dievakuasi dan dipastikan dalam keadaan sehat.
Pihak terkait mengimbau agar kegiatan penelitian lapangan di wilayah hutan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan koordinasi yang ketat guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari. (**)
Editor: Redaksi
















