

Padangguni Kembangkan Wisata Buah, Petani Sukses Panen Perdana Mangga Impor Jumbo
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengembangan potensi wisata alam dan wisata buah unggulan.
Selain dikenal memiliki destinasi wisata alam berupa permandian air terjun dan batu lapis, Kecamatan Padangguni juga mulai dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah-buahan, khususnya mangga unggulan hasil budidaya petani lokal.
Terbaru, Camat Padangguni, Dermawan, SH, memamerkan keberhasilan petani Desa Padang Mekar dalam membudidayakan mangga impor yang berhasil dipanen perdana.
“Hari ini kita melaksanakan panen perdana mangga jenis Hong Ji (Hong Ju). Ini luar biasa, karena merupakan hasil budidaya warga Desa Padang Mekar,” ujar Dermawan, Selasa (14/1/2026).
Dermawan menjelaskan, mangga asal Taiwan tersebut memiliki ukuran jumbo dengan berat mencapai sekitar dua kilogram per buah.
“Ini sudah ditimbang, beratnya sekitar dua kilogram untuk satu buah mangga Hong Ji,” ungkapnya.
Selain mangga Hong Ji, ia menyebutkan bahwa petani atas nama Ardi juga membudidayakan berbagai jenis mangga impor lainnya, seperti Coconut Pakistan, Jin Xing, Mahacanok, C6 Yuwend, Mahathir, Kiojae, dan sejumlah varietas unggulan lainnya.
“Jenis yang sempat kami panen di antaranya Hong Ji, Coconut Pakistan, dan Jin Xing. Masih banyak varietas lain yang sedang dikembangkan,” tambahnya.
Mangga Hong Ji atau Hongjin dikenal sebagai varietas mangga hibrida asal Taiwan yang memiliki rasa sangat manis, daging buah tebal, biji tipis, serta kulit berwarna merah kekuningan yang menarik. Ukurannya relatif besar dengan aroma wangi dan tekstur lembut saat matang.
Sementara itu, mangga Coconut Pakistan merupakan varietas unggulan asal Pakistan yang terkenal berukuran jumbo, dengan berat buah berkisar antara 0,75 hingga 2 kilogram. Mangga ini memiliki rasa manis, daging lembut nyaris tanpa serat, biji tipis, serta tergolong genjah atau cepat berbuah.
Adapun mangga Jin Xing juga berasal dari Taiwan dan dikenal sebagai salah satu varietas premium dengan buah besar, rasa manis, serta kulit berwarna kemerahan hingga ungu saat matang. Varietas ini kerap dipamerkan dalam festival mangga di Taiwan.
Mangga impor yang dibudidayakan oleh warga Desa Padang Mekar tersebut merupakan varietas unggulan hasil persilangan (hibrida) yang mampu berbuah dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga tahun setelah tanam.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai budidaya mangga impor tersebut, dapat berkunjung langsung ke kebun milik Ardi di Desa Padang Mekar, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, atau menghubungi nomor 0853 5353 0677.
Laporan: Redaksi

















