Pesawat ATR 42 Hilang Kontak Saat Pendekatan di Makassar, Pencarian Difokuskan di Kawasan Bantimurung

  • Share
Ketgam: Lingkaran merah diduga lokasi terakhir pesawat ATR 42-500 (atas) dan serpihan diduga bagian dari badan pesawat (bawah).

Make Image responsive
Make Image responsive

Pesawat ATR 42 Hilang Kontak Saat Pendekatan di Makassar, Pencarian Difokuskan di Kawasan Bantimurung

SUARASULTRA.COM | MAKASSAR – Kabar duka kembali menyelimuti dunia penerbangan nasional. Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 yang terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu pagi.

Berdasarkan informasi yang diterima, pada pukul 04.23 UTC atau sekitar 11.23 WIB dan 12.23 WITA, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin.

Namun, dalam proses tersebut, posisi pesawat terdeteksi berada di luar jalur pendaratan yang seharusnya.

ATC kemudian memberikan arahan ulang agar awak pesawat mengoreksi posisi dan kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Meski demikian, kontak dengan awak pesawat terputus saat instruksi terakhir disampaikan.

Menyikapi kondisi tersebut, ATC Makassar langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan penerbangan sipil.

Upaya pencarian dan pertolongan segera dilakukan dengan memfokuskan area pencarian di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di wilayah Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, berdasarkan manifes penerbangan, jumlah orang di dalam pesawat atau persons on board (POB) tercatat sebanyak 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.

Namun, Kementerian Perhubungan memastikan jumlah tersebut mengalami koreksi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa berdasarkan konfirmasi dari operator pesawat Indonesia Air Transport (IAT), salah satu nama kru yang tercantum dalam manifes, yakni Captain Sukardi, dipastikan tidak ikut dalam penerbangan tersebut.

“Confirm Capt. Sukardi tidak on board, sehingga POB hanya 10 orang. Sesuai informasi dari operator pesawat IAT,” ujar Lukman, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga:  Napi di Lapas Kendari Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba di Konawe

Dengan demikian, jumlah orang di dalam pesawat terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Berikut daftar nama yang dipastikan berada di dalam pesawat:

Capt. Andy Dahananto
Yudha Mahardika
Hariadi
Franky D. Tanamal
Junaidi
Florencia Lolita
Esther Aprilita S.
Deden (penumpang)
Ferry (penumpang)
Yoga (penumpang)

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas penerbangan maupun tim SAR terkait keberadaan pesawat serta kondisi seluruh kru dan penumpang.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!