
Reses Hari Kedua, Jemi Syafrul Imran Serap Aspirasi Warga Arombu, Asambu, dan Wawonggole
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Legislator DPRD Kabupaten Konawe dari Partai Gerindra, Jemi Syafrul Imran, SE, kembali melaksanakan kegiatan reses hari kedua pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di tiga titik, yakni Kelurahan Arombu, Kelurahan Asambu, dan Kelurahan Wawonggole.
Dalam agenda reses itu, berbagai aspirasi masyarakat mengemuka. Warga menyampaikan kebutuhan mendesak terkait peningkatan infrastruktur lingkungan, seperti perbaikan jalan, pembangunan dan penambahan saluran drainase, penerangan jalan umum, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan UMKM.
Masyarakat berharap seluruh aspirasi tersebut dapat diperjuangkan oleh wakil rakyat dan ditindaklanjuti menjadi program pemerintah daerah yang selanjutnya diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Salah satu tokoh pemuda Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Ansari Tanggapili, menyampaikan bahwa kondisi jalan lingkungan, drainase, dan penerangan masih menjadi persoalan utama yang dirasakan warga.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan perekonomian keluarga.
“Usulan ini merupakan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama peningkatan jalan, drainase, penerangan, serta dukungan bagi pelaku UMKM,” ujar Ansari.
Sementara itu, Lurah Arombu, Ade Setiadi Buburanda, turut menyampaikan aspirasi terkait persoalan kebersihan lingkungan.
Menurutnya, Kelurahan Arombu masih kekurangan fasilitas bak sampah, sehingga membutuhkan perhatian pemerintah daerah demi menunjang kebersihan dan kenyamanan masyarakat.
Aspirasi serupa juga disampaikan warga Kelurahan Asambu dan Kelurahan Wawonggole. Namun, khusus di Kelurahan Wawonggole yang merupakan domisili Jemi Syafrul Imran, dan dihadiri oleh Sekcam Unaaha, Lukman Amrin, S.Sos, warga Komplek Perumahan Idaman Indah mengusulkan pembangunan drainase sepanjang 200 meter untuk mengantisipasi banjir di musim hujan.

Kemudian peningkatan jalan penghubung Perumahan dengan SDN Wawonggole dan bantuan UMKM, serta penerangan jalan di komplek perumahan.
Selanjutnya, dalam forum tersebut warga juga mengusulkan renovasi Masjid Nurussalam Perumahan Idaman Indah Wawonggole. Warga berharap Jemi Safrul Imran dapat memfasilitasi dana hibah sebesar Rp.57 juta agar renovasi masjid dapat terealisasi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Jemi Syafrul Imran menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional wakil rakyat untuk mendengar serta memperjuangkan suara masyarakat.
Ia berkomitmen membawa seluruh aspirasi yang disampaikan warga untuk dibahas lebih lanjut di DPRD Kabupaten Konawe agar dapat direalisasikan sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Semua aspirasi kami tampung untuk kemudian dibahas lebih lanjut. Usulan masyarakat yang menjadi skala prioritas akan kami perjuangkan agar dapat masuk dalam program pemerintah daerah,” tegas Jemi.
Pada kesempatan tersebut, Jemi juga memberikan penjelasan dan jawaban atas berbagai pertanyaan serta keluhan masyarakat yang disampaikan selama reses berlangsung. Ia mengapresiasi partisipasi aktif warga yang telah menyampaikan masukan dan gagasan konstruktif.
“Masukan dan ide-ide cerdas dari masyarakat ini sangat penting. Semua aspirasi akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Jemi, reses menjadi momentum strategis untuk memastikan bahwa arah dan program pembangunan daerah benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat di daerah pemilihan.
Khusus di Kelurahan Asambu, Jemi Syafrul Imran menyoroti kantor kelurahan yang menurutnya kurang layak. Oleh karenanya, Jemi mendorong agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kantor Kelurahan Asambu.
Sebagai informasi, reses merupakan masa di mana anggota DPR/DPRD melakukan kegiatan di luar gedung parlemen untuk menemui konstituen di daerah pemilihan.
Agenda ini bertujuan menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat agar dapat diperjuangkan dalam kebijakan dan program pemerintah.
Laporan: Sukardi Muhtar
















