

Isu Uang Palsu di Pasar Baruga Diluruskan, Perumda Pastikan Tidak Terjadi di Area Pasar
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Isu peredaran uang palsu yang sempat dikaitkan dengan kawasan Pasar Baruga, Kota Kendari, akhirnya diluruskan. Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, menegaskan bahwa temuan uang yang diduga palsu tersebut tidak terjadi di dalam area pasar.
Penegasan itu disampaikan setelah pihaknya melakukan penelusuran terhadap video viral yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang warga menyebut adanya penemuan uang palsu di Pasar Baruga.
“Berdasarkan pengakuan warga dalam video itu, uang tersebut bukan ditemukan di dalam wilayah pasar,” ujar Asnar, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, uang yang dicurigai palsu itu sebenarnya telah ditemukan oleh pedagang jauh sebelum bulan Ramadan. Namun, informasi tersebut baru mencuat beberapa hari terakhir setelah direkam dan disebarluaskan hingga menjadi viral.
“Uang itu ditemukan sebelum bulan puasa, tapi baru diungkap belakangan oleh pedagang. Kemudian direkam oleh rekannya dan akhirnya menyebar luas. Setelah kami telusuri, lokasi penemuannya berada di luar pasar,” jelasnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak Perumda Pasar bersama pengelola langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Pemeriksaan juga melibatkan aparat keamanan setempat, termasuk Bhabinkamtibmas Polsek Baruga.
Dari hasil penelusuran, tidak ditemukan adanya indikasi peredaran uang palsu di dalam kawasan Pasar Baruga.
“Kami sudah melakukan pengecekan langsung bersama pengelola dan aparat. Hasilnya, tidak ada temuan peredaran uang palsu seperti yang dikhawatirkan,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang mengaku sempat menerima uang dengan ciri mencurigakan saat bertransaksi. Kejanggalan baru disadari setelah aktivitas pasar mereda dan uang diperiksa kembali.
Dalam video yang beredar, terlihat perbedaan mencolok pada uang yang diduga palsu, mulai dari tekstur kertas yang lebih halus hingga warna yang tampak lebih pudar dibandingkan uang asli.
Salah satu pedagang bahkan menunjukkan uang pecahan Rp100 ribu dengan total mencapai Rp400 ribu yang diduga tidak asli.
Meski demikian, pengelola pasar mengimbau pedagang dan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama saat menerima uang dalam jumlah besar.
Perumda Pasar Kota Kendari juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga keamanan transaksi di pasar tradisional, sekaligus memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli.
Laporan: Redaksi


















