

Seleksi Ketat Atlet Konawe, Dispora Targetkan Masuk 4 Besar di Porprov
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dengan menggelar seleksi atlet bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) secara ketat di sejumlah cabang olahraga (cabor).
Tercatat, empat cabor yang masih berproses dalam tahapan seleksi yakni atletik, bulutangkis, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan pencak silat.
Dari keempat cabor tersebut, beberapa atlet bahkan telah memiliki rekam jejak prestasi di level nasional hingga internasional.
Pada cabor POSSI, misalnya, terdapat atlet yang pernah berlaga di tingkat Asia. Sementara di pencak silat sejumlah atlet juga telah tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mewakili Sulawesi Tenggara. Sedangkan untuk Bulutangkis saat ini sejumlah atlet sedang berlatih di Makassar dan ikut Sirnas di Surabaya.
Dengan modal tersebut, ketiga cabor ini diharapkan mampu menjadi lumbung medali emas bagi Konawe.
Selain itu, Konawe juga memiliki atlet berprestasi di Cabor Catur, Angkat Besi dan Angkat Berat. Ketiga Cabor ini telah teruji di Poprov Buton/Babau dengan kontribusi medali emas untuk Konawe.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Konawe, Jahiuddin, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa seleksi dilakukan untuk menjaring atlet potensial sekaligus mencegah perpindahan atlet ke daerah lain.

“Tujuan utama seleksi ini adalah mendeteksi atlet-atlet yang berpeluang meraih medali, sekaligus memastikan mereka tetap membela daerah. Selain itu, kita ingin memastikan bahwa yang mewakili Konawe benar-benar atlet berprestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, sistem seleksi saat ini berbeda dibanding sebelumnya. Jika dulu banyak atlet yang langsung didaftarkan tanpa proses penyaringan ketat, kini Dispora memastikan hanya atlet dengan potensi terbaik yang akan dipilih.
“Dulu kontingen kita terkesan hanya menghabiskan anggaran, karena tidak semua atlet punya peluang meraih medali. Sekarang kita seleksi secara serius sejak awal, agar lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Setelah proses seleksi selesai, masing-masing cabor akan menyerahkan data atlet ke Dispora untuk selanjutnya dilaporkan kepada Bupati Konawe.
Atlet terpilih kemudian akan mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) yang dijadwalkan berlangsung sekitar tiga bulan sebelum Porprov.
Pembinaan lanjutan akan diserahkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe sebagai induk organisasi olahraga, termasuk pengelolaan anggaran pembinaan.
Dengan lokasi Porprov yang rencananya digelar di Kota Kendari, Jahiuddin optimistis Konawe memiliki peluang besar untuk meraih hasil maksimal.
“Kita menargetkan minimal berada di peringkat empat besar. Ini realistis, mengingat jarak yang dekat dan potensi atlet yang kita miliki,” katanya.
Ia juga menyoroti persoalan klasik perpindahan atlet ke daerah lain, yang salah satunya dipicu faktor bonus. Untuk itu, pihaknya berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar atlet Konawe tetap bertahan.
“Kami berharap tidak ada lagi atlet asli Konawe yang pindah daerah. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan bonus yang maksimal bagi atlet berprestasi,” pungkasnya.
Dengan sistem seleksi yang lebih ketat dan pembinaan terarah, Konawe optimistis dapat tampil kompetitif dan meraih prestasi gemilang pada Porprov mendatang.
Laporan: Redaksi


















