Longsor Timbun Lima Pekerja Tambang PT KDI di Konut, Empat Meninggal Dunia

  • Share
Ketgam: Material longsor menimbun pekerja PT KDI di area operasional tambang, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. (Dok. Istimewa)

Make Image responsive

Longsor Timbun Lima Pekerja Tambang PT KDI di Konut, Empat Meninggal Dunia

SUARASULTRA.COM | KONUT – Lima pekerja tambang PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) tertimbun material longsor di area operasional perusahaan, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.50 WITA.

Empat pekerja meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan kini menjalani perawatan intensif.

Kapolres Konawe Utara AKBP Dr. Rico Fernanda, SH, SIK, MH, membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut. Namun, kepolisian masih mengumpulkan keterangan untuk menyusun kronologi lengkap kejadian.

“Benar ada kecelakaan kerja. Empat orang korban jiwa, kronologis masih disusun,” kata AKBP Rico Fernanda saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, dikutip Mrol.co.id, Rabu (23/9/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para korban merupakan pekerja yang berada di area operasional tambang, termasuk operator alat berat dan pengawas.

Dua korban yang telah berhasil diidentifikasi masing-masing Brian Yoga Pratama yang diketahui sebagai karyawan dan Yoga yang merupakan operator alat berat. Sementara dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Salah satu korban selamat, Yoga Pratama, mengalami luka parah setelah ikut tertimbun material longsor. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Konawe Utara mengatakan, keluarga korban meminta agar luka yang dialami korban mendapatkan penanganan terlebih dahulu sebelum proses pemulangan.

“Permintaan keluarga korban minta disambung tangannya untuk dijahit,” ujar AKBP Rico Fernanda.

Pihak keluarga yang berada di RS Bhayangkara Kendari menyebutkan, korban telah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 07.00 WITA, Rabu (23/9/2026). Hingga sekitar pukul 10.00 WITA, keluarga masih menunggu proses penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Kanwil BPN Sultra Bersama BWS IV Gelar Rapat Teknis, Pembayaran Lahan Masyarakat Diperkirakan Bulan Februari

“Sampai jam ini belum jelas kapan keluarga kami keluar. Kami mau bawa pulang ke kampung kalau sudah selesai,” ujar salah seorang kerabat korban.

Sementara itu, salah seorang staf RS Bhayangkara Kendari mengatakan, jenazah sementara ditempatkan di ruang pendingin sambil menunggu kedatangan dokter forensik untuk melakukan pemeriksaan.

“Kita tunggu dokter forensik, masih di jalan. Pihak rumah sakit sementara menyimpan jenazah di ruang pendingin,” ujarnya.

Yoga Pratama diketahui merupakan operator alat berat. Saat material longsor terjadi, korban ikut tertimbun dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Disnakertrans Turunkan Tim Investigasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) turut melakukan penanganan atas insiden kecelakaan kerja tersebut.

Kepala Bidang Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Sultra, Hj. Asnia Nidi, SE, MH, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim investigasi ke lokasi tambang untuk mengumpulkan data serta memeriksa kondisi di lapangan.

“Kami sudah dapat infonya semalam, dan pagi ini kami sudah turunkan tim sebanyak tiga orang untuk ke lokasi kejadian,” ujar Asnia saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (23/9/2026).

Menurut Asnia, tim akan melakukan investigasi terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk menelusuri penyebab terjadinya kecelakaan serta kemungkinan adanya kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan operasional di area tambang PT KDI.

“Penyebab pastinya nanti kita tunggu hasil investigasi tim yang diturunkan pagi ini,” tuturnya.

Sementara itu, terkait insiden tersebut, media ini telah berupaya mengonfirmasi Kepala Teknik Tambang (KTT) PT KDI, Dedy, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Editor: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share