
17 Kopdes Merah Putih di Konawe Terima Mobil Truk Operasional
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Sebanyak 17 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menerima kendaraan operasional berupa mobil truk.
Penyaluran kendaraan tersebut dilakukan secara bertahap kepada koperasi yang dinilai telah memenuhi kesiapan pembangunan fisik. Proses distribusinya turut mendapat pengawalan personel TNI setempat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Konawe, Marjuni Ma’mir, SP., M.Si., mengatakan hingga 30 September 2026, sebanyak 17 unit mobil telah tiba dan diperuntukkan bagi 17 gerai Kopdes/Kel Merah Putih.
“Per 30 September, sudah 17 unit mobil yang tiba untuk 17 gerai KDKMP,” kata Marjuni.
Menurutnya, kendaraan tersebut menjadi bagian dari sarana pendukung operasional koperasi, khususnya bagi gerai yang telah menyelesaikan pembangunan fisik.
Selain truk, sarana transportasi lainnya berupa mobil pikap dan Tossa Motor juga akan menyusul. Penyalurannya dilakukan sesuai tahapan serta kesiapan masing-masing koperasi.
Kehadiran kendaraan operasional tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas usaha Kopdes/Kel Merah Putih, termasuk distribusi barang dan pelayanan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
348 Kopdes Jadi Sasaran Pembangunan
Pemkab Konawe sebelumnya terus mendorong percepatan pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi berbasis desa.
Marjuni mengatakan pengembangan koperasi tersebut sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Konawe melalui program “Konawe Bersahaja”, yakni Konawe yang Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan, serta tagline “Membangun Desa, Menata Kota”.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan hanya lembaga ekonomi semata, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Konawe,” ujarnya.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, terdapat 348 Kopdes/Kel Merah Putih yang menjadi sasaran pembangunan di Kabupaten Konawe.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 koperasi atau sekitar 25,3 persen telah memasuki tahap pembangunan fisik. Sementara 10 gerai telah selesai dibangun dan siap dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi masyarakat.
Namun, percepatan pembangunan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan dan kelengkapan administrasi legalitas.
Tercatat 198 lokasi belum memiliki lahan. Sedangkan 62 lokasi lainnya telah memiliki lahan, tetapi masih menunggu proses verifikasi legalitas.
“Ketersediaan lahan dan penyelesaian administrasi menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan koperasi. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dan pendampingan agar seluruh proses dapat berjalan sesuai target,” jelas Marjuni.
Sejumlah wilayah yang membutuhkan percepatan penyediaan lahan antara lain Kecamatan Besulutu, Sampara, Wawotobi, Konawe, Anggalomoare, Uepai, dan Wonggeduku Barat.
Sementara itu, 62 lokasi lainnya telah dinyatakan memiliki sejumlah data pendukung untuk proses verifikasi, mulai dari koordinat, luas lahan, kondisi akses jalan hingga status awal kepemilikan.
Apabila proses verifikasi dapat diselesaikan, lokasi tersebut selanjutnya dapat memasuki tahapan pembangunan fisik.
Secara keseluruhan, lahan yang siap dibangun tersebar di 23 kecamatan dengan total luas mencapai 98.182,5 meter persegi atau sekitar 9,82 hektare.
Ketersediaan lahan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung percepatan pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana operasional koperasi.
Untuk diketahui, kendaraan operasional berupa truk dan pikap yang diperuntukkan bagi program Kopdes/Kel Merah Putih merupakan bagian dari dukungan sarana transportasi untuk menunjang kegiatan koperasi.
Laporan: Kardi






















