Angka Kemiskinan Konawe Turun Jadi 11,46 Persen, Capaian Tertinggi di Sultra

  • Share
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST dan statistik angka Kemiskinan.

Make Image responsive

Angka Kemiskinan Konawe Turun Jadi 11,46 Persen, Capaian Tertinggi di Sultra

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatatkan pencapaian positif dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) periode Maret 2026 yang diumumkan pada 20 Oktober 2026, angka kemiskinan di Kabupaten Konawe turun dari 12,78 persen menjadi 11,46 persen.

Penurunan tersebut menjadi capaian terbaik Konawe, sekaligus menempatkannya sebagai kabupaten/kota dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi di Sulawesi Tenggara.

Data BPS mencatat, angka kemiskinan Konawe turun sebesar 1,32 poin persentase dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 12,78 persen. Capaian ini jauh melampaui rata-rata penurunan angka kemiskinan di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang tercatat sebesar 0,52 poin persentase.

Dengan capaian tersebut, Konawe kini berada di peringkat ketujuh sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sultra. Hasil ini dinilai menjadi indikator positif dari upaya pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., saat ditemui awak media di Unaaha, Rabu (21/10/2026), mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan tidak hanya dilihat dari berkurangnya jumlah penduduk miskin, tetapi juga dari perbaikan kondisi kesejahteraan mereka. Hal itu tercermin melalui penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).

“Ini merupakan rekor terbaik bagi Konawe. Penurunan angka kemiskinan hingga 11,46 persen, dengan capaian tertinggi se-Sultra, menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan yang kita jalankan telah berjalan tepat sasaran,” tegas Yusran Akbar.

Ia menjelaskan, penurunan indeks P1 dan P2 memiliki arti penting dalam mengukur keberhasilan penanganan kemiskinan. Penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan menunjukkan semakin kecilnya rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Baca Juga:  Demo Susulan di Mess PT.Antam Berlangsung Ricuh

Sementara itu, penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan menggambarkan semakin kecilnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Geliat perekonomian di Konawe

“Artinya, bukan hanya jumlah penduduk miskin yang berkurang secara signifikan, tetapi kesenjangan pengeluaran mereka terhadap garis kemiskinan juga semakin kecil. Ketimpangan di antara sesama penduduk miskin pun semakin menyempit,” jelasnya.

Meski berhasil mencatatkan penurunan yang signifikan, Pemerintah Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pengentasan kemiskinan. Pemerintah tidak ingin capaian tersebut membuat seluruh pihak berpuas diri.

Ke depan, upaya peningkatan daya beli masyarakat dan penguatan ekonomi lokal akan menjadi perhatian utama agar tren penurunan kemiskinan dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan.

Dengan garis kemiskinan Konawe yang tercatat sebesar Rp486.575 per kapita per bulan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan berbagai program pembangunan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong Konawe menjadi salah satu daerah percontohan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tenggara.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share