
Sengketa Lahan di Konawe Tuntas, AKBP Noer Alam Kini Kawal Lahan Bandara Betoambari
SUARASULTRA.COM | BAUBAU – Rekam jejak AKBP Noer Alam, S.I.K. dalam menangani persoalan sengketa lahan kembali mendapat perhatian. Setelah sebelumnya berhasil membantu menyelesaikan konflik pertanahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Kabupaten Konawe, kini Kapolres Baubau itu turut mengawal upaya penyelesaian persoalan lahan Bandara Betoambari.
Komitmen bersama dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan keberlangsungan operasional Bandar Udara Betoambari ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Baubau, Jumat (2/10/2026).
Penandatanganan SKB tersebut berlangsung di kawasan Bandara Betoambari dan dirangkaikan dengan pemasangan spanduk maklumat di atas lahan bandara seluas sekitar 52 hektare.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.40 WITA dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda serta pejabat Pemerintah Kota Baubau.
SKB ditandatangani Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, Wakil Ketua II DPRD Baubau Adriansyah Farmin yang mewakili Ketua DPRD, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Baubau Hamrlah yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Baubau, Kapolres Baubau AKBP Noer Alam, S.I.K., serta Danposal Baubau yang diwakili Peltu Dedi.
Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan spanduk maklumat di area lahan Bandara Betoambari dan foto bersama.
Di bawah kepemimpinan AKBP Noer Alam, jajaran Polres Baubau turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman. Pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Baubau Kompol Anwar, S.H., M.H., C.MTr.
Selain pengamanan terbuka, jajaran Sat Intelkam Polres Baubau juga melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap perkembangan situasi pascapemasangan maklumat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya respons maupun gejolak dari pihak-pihak yang mengklaim lahan tersebut.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Rekam Jejak Penyelesaian Sengketa di Konawe
Penanganan persoalan lahan di Baubau bukan menjadi pengalaman pertama bagi AKBP Noer Alam. Saat dipercaya menjabat sebagai Kapolres Konawe, ia bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda juga terlibat dalam penyelesaian sengketa lahan di Desa Tawamelewe, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe.
Sengketa tersebut diketahui telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu persoalan pertanahan yang mendapat perhatian masyarakat setempat.
Melalui koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah dan unsur terkait, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan melalui pendekatan yang mengedepankan komunikasi serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak AKBP Noer Alam dalam menangani persoalan yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat, pemerintah dan aspek keamanan.
Kini, sebagai Kapolres Baubau, pengalaman tersebut kembali dihadapkan pada persoalan lahan Bandara Betoambari. Penandatanganan SKB dan pemasangan maklumat menjadi salah satu langkah bersama Forkopimda untuk memperkuat kepastian serta perlindungan terhadap aset yang diperuntukkan bagi pengembangan bandara.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat mencegah munculnya klaim sepihak dan menjaga situasi tetap kondusif di kawasan Bandara Betoambari.
Laporan: Sukardi Muhtar






















