Ustaz Das’ad Latif Titip Pesan ke Kapolri Suyudi: Luruskan Niat dan Bersihkan Praktik Sogokan

  • Share
Ustaz Das’ad Latif

Make Image responsive

Ustaz Das’ad Latif Titip Pesan ke Kapolri Suyudi: Luruskan Niat dan Bersihkan Praktik Sogokan

SUARASULTRA.COM | JAKARTA – Pendakwah asal Makassar, Ustaz Das’ad Latif, menyampaikan pesan khusus kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang baru mengemban amanah memimpin Korps Bhayangkara.

Pesan tersebut disampaikan Das’ad Latif dalam video yang diunggah akun TikTok @MetroTV pada Sabtu (3/10/2026).

Dalam pesannya, Das’ad menekankan pentingnya seorang pemimpin meluruskan niat sebelum menjalankan amanah. Menurutnya, kepemimpinan tidak semestinya dijalankan demi mengejar popularitas maupun kepentingan duniawi semata.

“Pertama, luruskan niat. Kalau niat Bapak cari popularitas, niat Bapak hanya sekadar dunia, maka Allah pasti kasih dunia itu. Tapi, percayalah, tidak ada kemuliaan di sisi Allah,” kata Das’ad.

Sebaliknya, ia mengajak Kapolri menjadikan kepemimpinannya sebagai bagian dari upaya berlomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat.

“Tapi jika niat Bapak ingin fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam mengambil kebaikan, maka Allah pasti menunjukkan jalan keluar,” sambungnya.

Das’ad kemudian mengutip kisah kepemimpinan Umar bin Khattab yang menurutnya dapat menjadi pelajaran bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanah.

Ia menyoroti kekhawatiran Umar bukan hanya terhadap tanggung jawab dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang yang diberi kepercayaan untuk menjalankan tugas kepemimpinan.

“Umar bin Khattab pernah berkata, insyaallah, saya mampu menjalankan tugas dengan penuh amanah tanggung jawab. Yang saya khawatirkan adalah tanggung jawab saya terhadap orang yang saya tunjuk menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Menurut Das’ad, pesan tersebut relevan dengan kepemimpinan di tubuh Polri. Sebab, keputusan pimpinan dalam memilih dan menempatkan pejabat akan berpengaruh terhadap kinerja institusi hingga ke tingkat bawah.

Karena itu, ia meminta Kapolri berhati-hati dalam menentukan orang-orang yang diberi tanggung jawab, termasuk dalam proses penempatan jabatan maupun pendidikan kedinasan.

Baca Juga:  Rutan Unaaha Gelar Aksi Donor Darah, Libatkan Masyarakat dan Mahasiswa

Das’ad juga menyinggung dugaan praktik sogokan atau penggunaan “pelicin” untuk memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan maupun mendapatkan jabatan di lingkungan kepolisian.

“Sudah saatnya polisi memilih anggotanya, bukan lagi berdasarkan sogokan. Ini sogok untuk dapat sekolah, dapat jabatan, seperti bunyi kentut. Ada efeknya, tapi susah membuktikan,” tegasnya.

Selain itu, Das’ad meminta agar tradisi “gerbong” atau pengelompokan berdasarkan kedekatan tertentu dalam penempatan jabatan di tubuh Polri dihentikan.

“Inilah saatnya Bapak Jenderal, Bapak Kapolri, menunjukkan niat baik membersihkan institusi Polri dari kegiatan-kegiatan seperti ini. Sudah saatnya istilah gerbong sudah disingkirkan di Kepolisian Republik Indonesia,” ujarnya.

Di bagian akhir pesannya, Das’ad menegaskan bahwa masih banyak personel Polri yang memiliki integritas, kejujuran dan kemampuan.

Ia berharap personel-personel tersebut mendapat kesempatan menduduki posisi kepemimpinan berdasarkan kompetensi dan rekam integritas yang dimiliki.

“Saya melihat, banyak sekali anggota Polri yang sangat baik. Tinggal yang baik-baik ini, yang jujur-jujur ini, yang cerdas-cerdas ini, diberikan tanggung jawab,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi
Sumber: MetroTV

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share