

WALHI Kecam Upaya Suap dan Intimidasi terhadap Jurnalis Mahasiswa soal Liputan Tambang Kabaena
SUARASULTRA.COM | KENDARI –
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulawesi Tenggara mengecam keras dugaan intimidasi dan upaya suap yang dialami dua jurnalis dari Objektif.id, unit kegiatan mahasiswa pers IAIN Kendari.
Insiden ini terjadi pada Rabu (16/7/2025) kemarin dan diduga berkaitan dengan publikasi artikel investigatif mengenai aktivitas pertambangan di Pulau Kabaena.
Dua jurnalis kampus tersebut, Wahyudin Wahid dan Rahma, menerima tekanan dari dua individu berbeda yang mendesak agar artikel berjudul “Mudarat Tambang Nikel Milik Purnawirawan Jenderal Polisi dan Pejabat di Kabaena” segera dihapus.
Artikel ini merupakan hasil riset mendalam WALHI Sultra bersama Satya Bumi, yang mengungkap dugaan kerusakan ekologis besar-besaran dan konflik kepentingan dalam industri pertambangan nikel di Kabaena.
Tak hanya melakukan tekanan, kedua oknum tersebut juga menawarkan uang sebesar Rp500.000 sebagai imbalan jika berita tersebut dihapus. Salah satu di antara mereka mengaku sebagai wartawan dari RRI, sementara yang lain mengklaim sebagai bagian dari “tim gubernur.”
Ironisnya, tanpa menyertakan bukti, salah satu oknum menuduh artikel tersebut sebagai berita bohong (hoaks), tanpa menempuh mekanisme hak jawab sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulawesi Tenggara, Andi Rahman, mengungkapkan kemarahannya atas insiden ini.
“Tindakan menghubungi jurnalis kampus secara diam-diam untuk meminta penghapusan berita, lalu menawarkan sejumlah uang, adalah bentuk nyata pembungkaman terhadap kebebasan pers,” tegas Andi saat dikonfirmasi pada Kamis (17/7/2025).
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai etika demokrasi. Ia menegaskan bahwa peran pers, termasuk pers mahasiswa, sangat vital dalam mengawasi jalannya kekuasaan dan mengungkap persoalan-persoalan publik, termasuk praktik destruktif industri ekstraktif.
“Kritik terhadap industri yang terbukti merusak lingkungan tidak boleh dibungkam. WALHI berdiri bersama para jurnalis mahasiswa yang berani menyuarakan kebenaran,” tambahnya.

Sebagai respons atas kejadian tersebut, WALHI Sultra menyerukan beberapa poin penting:
Penolakan tegas terhadap segala bentuk intimidasi, intervensi, dan suap terhadap kerja-kerja jurnalistik.
Mendesak pengusutan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penghapusan berita secara ilegal.
Menuntut klarifikasi dari individu yang mengaku mewakili institusi media dan pemerintah.
Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil dan media untuk membangun komitmen kolektif dalam menjaga ruang kebebasan berekspresi, khususnya dalam isu lingkungan.
Laporan: Sukardi Muhtar



