Ribuan Tenaga Honorer Aktif di Konawe Ultimatum Pemda: Siap Gelar Aksi Besar Jika SK Tak Kunjung Terbit

  • Share
Gambar Ilustrasi Tenga Honorer menuntut diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.

Make Image responsive

Ribuan Tenaga Honorer Aktif di Konawe Ultimatum Pemda: Siap Gelar Aksi Besar Jika SK Tak Kunjung Terbit

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Ribuan tenaga honorer aktif di Kabupaten Konawe menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Konawe dalam waktu dekat.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan sekaligus tuntutan agar pemerintah daerah segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu yang hingga kini belum rampung.

Ribuan tenaga honorer aktif yang meliputi tenaga guru, kesehatan, dan teknis menilai Pemda Konawe terlalu lamban menuntaskan proses administrasi, padahal mereka telah bertahun-tahun mengabdi di berbagai unit pelayanan publik.

Salah seorang tenaga honorer aktif yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya atas ketidakjelasan status mereka.

“Kami sudah bekerja dan mengabdi, tetapi SK tidak kunjung keluar. Ini menyangkut masa depan dan hak kami. Aksi akan kami lakukan karena kami butuh kepastian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tanpa SK pengangkatan, posisi mereka tetap tidak jelas dan rentan, sementara beban kerja yang dipikul sama seperti pegawai yang telah berstatus resmi.

Selain menuntut percepatan penerbitan SK, para tenaga honorer juga menyoroti wacana pemerintah pusat terkait rencana penghapusan skema PPPK Paruh Waktu secara nasional. Mereka menilai, bila kebijakan itu benar-benar diterapkan, pemerintah daerah khususnya Bupati Konawe harus hadir memberikan solusi.

“Jika skema PPPK Paruh Waktu dihapus, Bupati Konawe tidak boleh menghindar. Pemerintah daerah harus memberikan solusi, bukan lepas tangan,” tegasnya.

Para tenaga honorer aktif ini menilai kontribusi mereka selama ini telah memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan publik, sehingga tanggung jawab moral dan administratif terhadap ribuan tenaga tersebut tidak boleh diabaikan.

Baca Juga:  Rapat Paripurna: DPRD Konawe Menerima Dokumen RAPBD Perubahan Tahun 2022 Dari Pemda

Mereka juga mengingatkan bahwa jika Pemda Konawe tetap tidak memberikan kepastian, aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar siap digelar, bahkan hingga tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.

Rencana aksi tersebut dibenarkan Koordinator Forum Honorer Aktif Kabupaten Konawe, Andriyadi M., S.H., M.H. Menurutnya, sejumlah honorer aktif telah mengonfirmasi kesiapan mereka untuk turun ke jalan menuntut SK Bupati.

Namun, ia mengaku masih berupaya menunda rencana itu dengan meminta mereka bersabar menunggu langkah nyata dari Bupati Konawe, Yusran Akbar.

“Kami masih menunggu kepastian yang hakiki dari Bupati Konawe. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata, aksi besar-besaran dipastikan terjadi,” tegas pria yang akrab disapa Anci, Sabtu (29/11/2025).

Kata Anci, honorer aktif butuh jawaban riil dari Bupati Konawe terkait status mereka. Apakah akan diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu atau tidak sama sekali. Karena akhir-akhir menurut Anci, Bupati Konawe sangat sulit untuk bertemu dengan forum honorer aktif.

“Selain menuntut kejelasan status, kami juga mendesak Bupati untuk mengumumkan hasil pemeriksaan inspektorat terkait PPPK tahap satu yang mana kami duga banyak yang dinyatakan lolos dan di-SK-kan sementara mereka tidak aktif mengabdi sebagai tenaga honorer daerah,” tegasnya.

Kini, ribuan tenaga honorer aktif menantikan keputusan konkret dari Bupati Konawe untuk mencegah potensi konflik sosial yang lebih besar dan menjaga stabilitas pelayanan publik yang selama ini turut ditopang oleh keberadaan mereka.

Laporan: Tim
Editor: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
banner 120x600
  • Share