HIMA Konawe Kecam Penembakan Warga oleh Oknum Brimob di Tambang Ilegal Bombana

  • Share
Muh. Ivan

Make Image responsive
Make Image responsive

HIMA Konawe Kecam Penembakan Warga oleh Oknum Brimob di Tambang Ilegal Bombana

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kabupaten Konawe mengecam keras tindakan oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) yang diduga menembaki seorang warga saat operasi penertiban di kawasan tambang ilegal Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Kamis (8/1/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga mengalami luka tembak dan harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Tanduale, Kabupaten Bombana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika empat personel Brimob dari Resimen II Pasukan Pelopor mendatangi lokasi tambang ilegal untuk meminta penghentian aktivitas penambangan.

Namun, situasi di lapangan dilaporkan memanas dan terjadi adu mulut antara aparat dan warga. Dalam kondisi tersebut, salah satu oknum diduga melepaskan tembakan yang mengenai punggung kaki seorang warga.

Menanggapi kejadian itu, Sekretaris Umum HIMA Konawe, Muh Ivan, menyatakan tindakan penembakan tersebut merupakan bentuk arogansi aparat yang melampaui batas kewenangan.

“Kami mengecam keras tindakan oknum aparat yang telah mencederai rasa aman masyarakat. Ketika tugas penertiban berubah menjadi kekerasan, itu bukan lagi penegakan hukum, melainkan arogansi yang menembaki rakyat sendiri,” tegas Muh Ivan, Minggu (11/1/2026).

Ivan menambahkan, dalam setiap operasi penertiban, aparat wajib menjunjung tinggi prinsip perlindungan hak asasi manusia.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan rasa aman, sekalipun berada dalam situasi penegakan hukum.
HIMA Konawe juga mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara transparan dan adil terhadap oknum yang terlibat dalam insiden tersebut.

Mereka meminta Polda Sulawesi Tenggara bersama Korps Brimob untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk mengaudit prosedur penggunaan senjata api dalam operasi penertiban.

“Kami menuntut sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran prosedur. Aparat harus bertanggung jawab atas setiap tindakan yang berdampak pada keselamatan warga,” ujar Ivan.

Baca Juga:  Dua Pengunjung Jadi Korban Dugaan Pencurian di THM Exodus Kendari, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Saat ini, keempat oknum anggota Brimob yang terlibat telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tenggara. Sementara itu, HIMA Konawe bersama elemen masyarakat menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!