Sidak DPRD Konawe Temukan Bau Tak Sedap di SPPG Wonggeduku, Pemilik Beri Penjelasan

  • Share
Suasana Sidak anggota DPRD Konawe di SPPG Wonggeduku.

Make Image responsive

Sidak DPRD Konawe Temukan Bau Tak Sedap di SPPG Wonggeduku, Pemilik Beri Penjelasan

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Inspeksi mendadak (sidak) anggota DPRD Kabupaten Konawe di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonggeduku, Rabu malam (23/9/2026), menemukan sejumlah kondisi yang menjadi perhatian, mulai dari aroma tak sedap hingga keberadaan tikus di area penyimpanan bahan pangan.

Sidak tersebut dilakukan sekitar pukul 23.00 WITA oleh tiga anggota DPRD Konawe, yakni H. Abdul Ginal Sambari, Abdul Rahim Lahusi dan Selviana.

Saat memasuki gedung SPPG, rombongan anggota dewan mencium aroma yang kurang sedap dari area dapur. Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari anggota DPRD yang berada di lokasi, meski pada saat sidak dapur diketahui sedang tidak beroperasi.

Abdul Rahim Lahusi mempertanyakan sumber aroma tersebut kepada petugas SPPG. Keluhan serupa juga disampaikan Selviana yang ikut menyoroti kondisi kebersihan di sejumlah bagian bangunan.

Perhatian anggota dewan semakin tertuju ketika Selviana memasuki gudang kering yang digunakan sebagai tempat penyimpanan beras. Di ruangan tersebut, dirinya mengaku melihat seekor tikus.

Selain itu, terdapat satu karung beras dengan bagian kemasan yang telah terkoyak. Kondisi tersebut disebut menyerupai bekas gigitan atau aktivitas tikus.

“Tadi sempat lihat tikus dan langsung lari,” ujar Selviana.

Pemilik Dapur Beri Klarifikasi

Pemilik SPPG Wonggeduku, Hj. Yuli Patmawati, A.Mk, memberikan penjelasan terkait kondisi yang ditemukan dalam sidak tersebut.

Menurut Yuli, SPPG Wonggeduku sudah sekitar satu pekan tidak beroperasi. Kondisi dapur yang lama tidak digunakan dan ruangan yang tertutup, menurutnya, dapat menjadi salah satu penyebab munculnya aroma kurang sedap di dalam bangunan.

“Sudah satu minggu tidak beroperasi. Kami sedang melakukan pembenahan, termasuk pembersihan lingkungan SPPG, seperti penyedotan got,” kata Hj. Yuli saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga:  Diduga Tersambar Petir, Petani Nilam di Konawe Ditemukan Meninggal Dunia

Yuli menegaskan, kondisi tersebut sedang dalam proses pembenahan. Tidak beroperasinya dapur selama sekitar sepekan juga disebut menjadi bagian dari upaya melakukan pembersihan dan perbaikan lingkungan SPPG.

Terkait temuan beras di gudang kering yang kemasannya telah rusak, Yuli menjelaskan bahwa beras tersebut merupakan stok yang sudah tidak digunakan untuk konsumsi.

“Sudah tidak bisa dikonsumsi. Berasnya akan dikembalikan ke supplier-nya,” jelas pemilik RS Setia Bunda tersebut.

Penjelasan tersebut disampaikan Yuli untuk meluruskan kondisi bahan pangan yang ditemukan di gudang saat sidak. Dengan demikian, beras yang kemasannya telah rusak tersebut, menurut pihak pengelola, tidak akan digunakan dalam proses penyediaan makanan.

Sidak DPRD Konawe tersebut menjadi perhatian terhadap kondisi kebersihan dan pengelolaan bahan pangan di SPPG Wonggeduku, sementara pihak pengelola menyatakan tengah melakukan pembenahan dan pembersihan sebelum kembali menjalankan operasional.

Laporan: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share