Home / Budaya & Pariwisata / Pamerkan Benda Budaya Etnis Muna, Museum Bharugano Wuna Diserbu Peserta Seminar
Make Image responsive

Pamerkan Benda Budaya Etnis Muna, Museum Bharugano Wuna Diserbu Peserta Seminar

Make Image responsive

Ketgam : Kepala UPTD Museum Bharugano Wuna, Hadi Wahyudi (kiri) bersama penari penjemputan dan peserta seminar.

SUARASULTRA.COM, MUNA – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Muna mengadakan seminar rekontruksi kerajaan Muna dan pameran benda-benda budaya etnis Muna.

Kegiatan ini dipusatkan di Museum Bharugano Wuna, kecamatan Katobu, kabupaten Muna provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (29/07/2019).

Seminar tersebut dihadiri juga oleh kepala UPTD Museum Sulawesi Tenggara, Dodhy Syahrulsah dan kepala dinas Pendidikan kabupaten Muna Ashar Dulu, S.Pd, M.Si, serta ketua lembaga adat Muna Laode Sirad Imbo dan Dr.Aderlaepe, M.Hum (dosen UHO) yang juga sekaligus jadi pemateri pada kegiatan tersebut.

LM.Rusman Emba dalam sambutannya yang dibacakan oleh kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ashar Dulu menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa menghadiri secara acara tersebut karena ada kegiatan lain yang tidak bisa diwakilkan.

Melalui sambutan tersebut, Bupati Muna, LM Rusman Emba berharap meski tanpa kehadirannya itu tidak mengurangi nilai seminar yang digelar di Bharugano Wuna.

Dipimpin oleh kepala UPTD Museum Bharugano Wuna Hadi Wahyudi, semua peserta langsung menyerbu masuk ke dalam Museum.

Ketgam : Al Qur’an yang ditulis dengan tulisan tangan. Al Qur’an ini diperkiran berumur ratusan tahun.

Peserta seminar mengaku penasaran pada Al Qur’an yang ditulis dengan tulisan tangan. Al Qur’an tersebut diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Kepala UPTD Museum Sultra, Dodhy Syahrulsah mengatakan jika untuk sementara pihaknya masih menyakini tentang kebenarannya. Tetapi pihaknya akan tetap menguji kebenaran informasi tentang umur Al Qur’an tersebut di laboratorium forensik pada tahun 2020 mendatang.

“Jadi untuk sementara kami tetap mengacu pada kebenaran yang ada,”kata Dodhy Sahrulsah saat dikonfirmasi awak media ini.

Laporan: Rixan Ardian

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top