Home / Lipsus / Advetorial / Dikunjungi Pertama Kali, Tim Penilai Lomba P2WKSS Berharap Konawe Dapat Juara

Dikunjungi Pertama Kali, Tim Penilai Lomba P2WKSS Berharap Konawe Dapat Juara

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH (kanan) saat menyambut Tim Penilai Lomba P2WKSS Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sultra, Andi Tendri Raweng Silondae, Senin (21/10/2019) di Desa Puundombi Kecamatan Tongauna Utara.

SUARASULTRA.COM, KONAWE – Pernah merebut juara III pada lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Provinsi Sulawsi Tenggara (Sultra), Kabupaten Konawe kini menjadi daerah pertama yang dikunjungi oleh tim penilai, Senin (21/10/2019).

Diketahui, pada lomba P2WKSS tahun 2019 ini, Desa Puundombi Kecamatan Tongauna Utara dipercaya mewakili Kabupaten Konawe di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tim penilai lomba P2WKSS Sultra ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sultra, Andi Tendri Raweng Silondae. Pada kesempatan itu, Andi Tendri membawa rombongan penilai dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diantaranya, dari PKK, Diknas dan P3A.

Di lokasi lomba, rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr.Ferdinand Sapan, SP, MH, Ketua Tim Penggerak PKK Konawe, Titin Nurbaya Saranani dan wakilnya, Cici Ita Ristianty, SE, MM serta para kepala OPD lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH saat memberi sambutan pada acara penilaian lomba P2WKSS di Desa Puundombi Kecamatan Tongauna Utara, Senin (21/10/2019)

Bupati Konawe Kery Saiful Konggosa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Konawe Ferdinand menuturkan, ada tiga instrumen utama dalam pembangunan Konawe. Ketiganya, yakni instrumen APBD, instrumen investasi dan instrumen pengembangan potensi lokal.

Dari ketiganya, instrumen pengembangan potensi lokal menjadi hal yang diprioritaskan. Sebab, dari situ lahir tiga program utama, yakni program sejuta sapi, sejuta gabah dan seribu kolam.

“Ketiga program ini kita harapkan dapat mendorong pertumbungan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Mantan Kepala BPKAD Konawe itu juga menerangkan, ada instrumen lain yang dapat didorong dalam kaitannya tentang P2WKSS. Salah satunya adalah mendorong provinsi untuk terlibat aktif dalam program provinsi layak anak.

Didampingi Sekda Konawe, Tim penilai Lomba P2WKSS meninjau lokasi lomba

Menurut Ferdi sapaan akrab Sekda Konawe ini, ketika provinsi mencanangkan program tersebut maka minimal ada enam kabupaten/kota layak anak. Ferdinand memastikan Konawe harus masuk salah satu dari enam daerah tersebut.

“Untuk menyukseskan program tersebut, sebaiknya provinsi fokus pada wilayah tertentu. Sehingga pendanaannya juga dapat efisien,” terangnya.

Sementara itu, Andi Tendri Raweng Silondae menuturkan, ajang P2WKSS dapat menjadi jembatan bagi pemerintah desa, kelompok masyarakat dan pihak lainnya untuk bersinergi. Terlebih bagi kelompok perempuan untuk dapat terus mengembangkan diri.

Ketua Tim Penilai Lomba P2WKSS Sultra dalam  hal iniKepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sultra, Andi Tendri Raweng Silondae saat memberikan sambutan

“Kita ingin P2WKSS menjadi daya ungkit kelompok perempuan untuk berinovasi,” jelasnya.

Andri Tenri juga berharap, perempuan di Desa Puundombi dapat menjadi rol model bagi perempuan lainnya. Baik yang ada di Kabupaten Konawe, maupun kabupaten lainnya.

Terakhir, ia mengungkapkan bahwa Konawe pernah mendapat juara III dalam ajang P2WKSS, di Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, tahun 2008 lalu. Ia berharap, tahun ini ini Konawe dapat juara lagi dan lebih baik dari prestasi sebelumnya.

Laporan: Sukardi Muhtar

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top