Home / Daerah / AWPI Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
Make Image responsive
Make Image responsive

AWPI Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis

Make Image responsive

Foto:Istimewa

BEKASI – Aksi kekerasan yang dialami Surya Bagus (25) jurnalis Radar Bekasi, mendapat kecaman dari Assosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ketua AWPI Kota Bekasi Jerry menyatakan bahwa tindakan premanisme sudah bukan zamannya di era digital saat ini. “Premanisme ini sudah melakukan tindakan di luar  nalar manusia dan harus di ungkap hingga ke akar-akarnya,” ujar Jerry, Senin (08/06/2020).

Jerry mengatakan, setiap pemberitaan jurnalis yang telah memenuhi 5 W 1 H sudah layak menjadi konsumsi publik.  Dan dirinya yakin petugas kepolisian dapat secepatnya mengungkap kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

“Insya Allah kita bisa bantu dalam hal pendampingan. Namun teman-teman lainnya pun harus saling support. Mungkin bisa digabung advokasi dari teman-teman media yang lain, untuk saling mendukung, agar polisi bisa segera mengungkap kasus ini sampai tuntas,”kata Upi Yunita SH.selaku tim advokasi AWPI.

Untuk diketahui, Surya Bagus mengalami pengeroyokan. Korban mengaku dipepet sejumlah orang tak dikenal sepulang kerja dari kantornya, pada selasa (02/06) sekira pukul 23:30 WIB. Persis di Jl. Pengairan, sisi utara Mega Hypermall, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, korban dihajar dengan benda tumpul.

Korban yang panik berusaha menyelamatkan diri dengan memacu motor Honda Beat miliknya dan berhasil lolos hingga masuk ke kontrakannya di RT 03/18 Pengasinan, Rawalumbu. Namun korban masih dikerja oleh para pelaku.

Korban yang ketakutan langsung mengunci pintu kontrakan dari dalam. Namun kondisi luka yang cukup parah akhirnya korban tak sadarkan diri dan diantar ke Rumah Sakit terdekat.

Karena ada gumpalan darah di kepala belakang korban yang kritis harus menjalani operasi.

Minggu (07/06) malam, korban mulai siuman dan memberikan kesaksian kepada pacarnya.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih dalam. (*)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
error: Content is protected !!