Siswa SMA Negeri 1 Padangguni Belajar di Kelas Darurat, Anggota DPRD Sultra Bersuara

  • Share
Dr. H. Ardin, S.Sos, M.Si, Anggota DPRD Sultra Dapil Konawe

Make Image responsive
Make Image responsive

Siswa SMA Negeri 1 Padangguni Belajar di Kelas Darurat, Anggota DPRD Sultra Bersuara

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Kondisi ruang belajar di SMA Negeri 1 Padangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, memprihatinkan. Keterbatasan fasilitas membuat para siswa terpaksa belajar di ruang darurat berdinding kayu dan beratap bekas.

Sekolah yang berdiri di Desa Mekar Jaya pada tahun 2023 ini menempati lahan seluas satu hektare dan dibangun secara swadaya oleh orang tua siswa bersama pihak sekolah.

Saat awal beroperasi, hanya terdapat tiga ruang permanen yang terbangun berkat dana aspirasi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Satu ruangan difungsikan sebagai kantor, sementara dua ruangan lainnya digunakan secara bergantian oleh siswa kelas X dan XI.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Sultra, Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si., yang menyesalkan minimnya respon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi terhadap kebutuhan sekolah.

“Kita prihatin dan menyesalkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai leading sector SMA di Sultra seharusnya segera merespon kondisi ini,” ujar politisi PAN tersebut.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Konawe itu berjanji akan memperjuangkan anggaran pembangunan tambahan ruang belajar dalam rapat anggaran bersama Pemerintah Provinsi Sultra.

“Ini penting untuk anak-anak dan generasi kita. Saya akan suarakan dalam rapat anggaran nanti,” tegasnya.

Kepala SMA Negeri 1 Padangguni, Junaiddin, mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang belajar membuat jam pelajaran tidak efektif karena siswa harus bergantian masuk kelas.

“Ada yang masuk pagi sampai siang, lalu digantikan kelas lain dari siang sampai sore,” terangnya, Kamis (7/8/2025).

Saat ini, sekolah memiliki 129 siswa dan 21 tenaga pengajar. Junaiddin mengaku sudah lima kali mengajukan proposal bantuan ke pemerintah provinsi, namun belum mendapatkan tanggapan.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng: Pada Momen Kemerdekaan ini, Kita Bangkit Untuk Melawan Terorisme

“Katanya masih ada sekolah yang lebih penting. Tahun ini kami ajukan lagi 12 proposal, insya Allah di perubahan anggaran bisa terwujud,” harapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan kelas XII, pihak sekolah bahkan harus membangun ruang darurat menggunakan dana swadaya dari orang tua siswa dan kepala sekolah.**

Editor: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share