

Kapolresta Kendari Terluka Saat Bentrokan Pecah di Lokasi Eksekusi Lahan Eks PGSD
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Aksi penolakan terhadap eksekusi lahan di kawasan eks PGSD Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berujung ricuh pada Kamis (20/11/2025) siang.
Kericuhan terjadi saat sekelompok massa yang mengklaim sebagai ahli waris berupaya menggagalkan proses konstatering yang tengah dilakukan oleh Pengadilan Negeri Kendari. Upaya penghadangan itu membuat situasi semakin memanas.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika demonstran mulai menyerang aparat keamanan, baik dari unsur Kepolisian maupun Satpol PP, menggunakan batu dan kayu. Serangan bertubi-tubi tersebut menyebabkan sejumlah petugas mengalami luka-luka.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka, turut menjadi korban dalam insiden itu. Sebuah batu yang dilempar massa menghantam wajahnya hingga menyebabkan luka cukup serius. Aparat di lapangan segera mengevakuasi perwira menengah tersebut ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Situasi di lokasi kian tidak terkendali. Massa terus melancarkan lemparan batu ke arah petugas, memaksa pasukan Brimob Polda Sultra mengambil langkah tegas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Water cannon juga dikerahkan untuk memukul mundur massa yang bertindak agresif.
Upaya tersebut akhirnya mampu menceraiberaikan kelompok demonstran, sehingga kondisi perlahan dapat dikendalikan kembali.
Bentrokan itu berdampak luas pada aktivitas masyarakat di sekitar perempatan eks PGSD Wua-wua. Ruas jalan utama lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan. Sejumlah ruko, hotel, hingga toko milik warga terpaksa menutup operasional untuk menghindari potensi kerusakan akibat aksi anarkistis.
Setelah dipastikan aman, petugas Pengadilan Negeri Kendari melanjutkan agenda konstatering atau pencocokan objek eksekusi dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian.
Laporan: Redaksi

















