Klarifikasi Kades Undolo Soal Dugaan Kekerasan Anak: Sebut Hanya Percikkan Sisa Air Mineral

  • Share
Muliadi, Kades Undolo Kecamatan Uluiwoi Kolaka Timur

Make Image responsive

Klarifikasi Kades Undolo Soal Dugaan Kekerasan Anak: Sebut Hanya Percikkan Sisa Air Mineral

​SUARASULTRA.COM | KOLTIM – Kepala Desa (Kades) Undolo, Kecamatan Uluiwoi, Muliadi, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait laporan dugaan kekerasan terhadap anak yang menyeret namanya.

Laporan tersebut sebelumnya dilayangkan oleh salah satu orang tua siswi SDN 1 Undolo ke Polres Kolaka Timur.

​Di hadapan awak media, Muliadi membeberkan kronologi peristiwa yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) lalu di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula saat dirinya singgah di sekolah untuk mencari sinyal internet.

​”Waktu itu saya baru pulang dari kebun. Karena di rumah tidak ada jaringan internet, saya singgah di sekolah untuk menggunakan fasilitas Wi-Fi,” ungkap Muliadi, Jumat malam (23/1/2026).

​Saat sedang melakukan panggilan telepon, Muliadi mengaku terganggu dengan kegaduhan sejumlah siswa yang sedang bermain di sekitarnya. Secara spontan, ia menuangkan sisa air mineral dari botol yang dipegangnya dengan maksud agar anak-anak tersebut tenang.

​”Saya tidak ada niat untuk menyiram mereka. Air itu sebagian besar jatuh ke atap seng gazebo di depan rumah dinas sekolah, bukan diarahkan langsung ke anak-anak,” jelasnya meluruskan tuduhan penyiraman secara sengaja.

​Tak hanya soal fisik, Muliadi juga membantah keras tudingan mengenai penggunaan kata-kata tidak pantas yang dinilai merendahkan martabat anak-anak. Menurutnya, tuduhan tersebut sangat tidak berdasar dan mencederai integritasnya sebagai pemimpin desa.

​”Sebagai Kepala Desa, tidak mungkin saya mengucapkan kata-kata yang tidak berakhlak kepada anak-anak saya sendiri di desa ini,” tegas Muliadi.

​Meski merasa ada kesalahpahaman dalam laporan tersebut, Muliadi menyatakan bakal bersikap kooperatif dan menghormati penuh proses hukum yang kini sedang ditangani oleh Polres Kolaka Timur.

Baca Juga:  Sampah Kembali Berserakan di Sekitar Pasar Laino

​”Sebagai warga negara yang patuh hukum, saya akan mengikuti seluruh rangkaian proses di kepolisian. Namun, saya tetap berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan cara baik-baik dan kekeluargaan,” pungkasnya.

​Untuk diketahui, laporan pengaduan terkait dugaan kekerasan ini telah resmi diterima oleh Polres Kolaka Timur pada 22 Januari 2026 melalui IPDA Andi Ilias. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas laporan tersebut.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!