
Dinamika Kursi Ketua DPRD Konawe: Dari Dominasi Golkar, PAN hingga Sejarah Baru PDIP
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Perjalanan kepemimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi cermin hidup dinamika politik lokal yang terus bertransformasi.
Sejak dekade 1980-an hingga fajar periode 2024–2029, estafet kursi nomor satu di parlemen ini telah melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh yang mewarnai arah pembangunan daerah.
Era Dominasi dan Transisi ke Provinsi
Pada medio 1985–1989, saat wilayah ini masih dikenal sebagai Kabupaten Kendari/Konawe, tampuk pimpinan dipegang oleh Letkol TNI (Purn) Andi Abdullah dari Fraksi Golkar. Andi Abdullah adalah Ketua DPD II Golkar Kendari.
Estafet ini kemudian dilanjutkan oleh H. Hino Biohanis, S.Sos pada periode 1989–1999 yang juga merupakan kader tulen Golkar.

Menariknya, kiprah Hino Biohanis tidak berhenti di tingkat kabupaten. Memasuki era reformasi, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua periode berturut-turut (1999–2009).
Sementara itu, di level kabupaten, dominasi Golkar tetap terjaga melalui kepemimpinan H. Abd. Samad, BA, S.Sos yang menjabat selama sepuluh tahun (1999–2009).
Pergeseran Peta Politik dan Kursi Eksekutif
Memasuki periode 2009–2014, arah dukungan politik mulai bergeser. Kery Saiful Konggoasa dari Fraksi PAN tampil memimpin parlemen.

Inilah titik awal fenomena “Loncatan Karier” dari legislatif ke eksekutif. Kery kemudian terpilih menjadi Bupati Konawe dua periode (2013–2023).
Langkah Kery disusul oleh Gusli Topan Sabara, ST. Setelah menjabat sebagai Ketua DPRD (PAW 2013–2014 dan definitif 2014–2018), Gusli memilih menanggalkan kursi legislatif untuk bertarung di Pilkada sebagai Wakil Bupati mendampingi Kery Saiful Konggoasa.
Meski sempat memimpin Konawe di ranah eksekutif, Gusli berpulang ke Rahmatullah pada 5 Agustus 2021 sebelum masa jabatannya berakhir.
Kekosongan kursi Ketua DPRD yang ditinggalkan Gusli kemudian diisi oleh Dr. H. Ardin, S.Sos, M.Si melalui mekanisme PAW (2018–2019) dan berlanjut secara definitif pada 2019–2024.
Kini, Ardin mengikuti jejak seniornya dengan berkiprah di tingkat provinsi sebagai anggota DPRD Sultra hasil Pemilu 2024.
Fajar Baru dan Sejarah PDI Perjuangan

Saat ini, DPRD Konawe memasuki babak baru di bawah kepemimpinan I Made Asmaya, S.Pd, MM untuk periode 2024–2029. Kehadiran Made Asmaya menandai sejarah baru bagi PDI Perjuangan di Kabupaten Konawe.
Untuk pertama kalinya, partai berlambang banteng moncong putih ini berhasil menempatkan enam kadernya di legislatif sekaligus merebut kursi Ketua DPRD.
Catatan sejarah ini menegaskan bahwa kursi Ketua DPRD Konawe bukan sekadar jabatan legislatif, melainkan kawah candradimuka yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin besar, baik di tingkat provinsi maupun di kursi pemerintahan daerah.
Laporan: Redaksi
















