

Jadi Desa Percontohan di Konkep:
Kades Laywo Jaya dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp42 Juta
SUARASULTRA.COM | KONKEP – Komitmen memperkuat perlindungan sosial bagi aparat dan masyarakat desa terus ditunjukkan Pemerintah Desa Laywo Jaya, Kabupaten Konawe Kepulauan.
Bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Kepala Desa Laywo Jaya, Sulham, SH, MH, N.LP, menyerahkan secara simbolis santunan kematian kepada ahli waris aparat desa yang telah berpulang, Rabu (4/3/2026).
Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris almarhum Rifai, yang semasa hidupnya mengabdi sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Laywo Jaya. Total klaim yang diterima keluarga almarhum sebesar Rp42.000.000.
Adapun rincian santunan meliputi:
Santunan Kematian: Rp20.000.000
Biaya Pemakaman: Rp10.000.000
Santunan Berkala: Rp12.000.000
Kepala Desa Laywo Jaya, Sulham, menyampaikan bahwa santunan tersebut sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat dan diterima dengan penuh rasa syukur oleh keluarga. Ini menjadi penyambung hidup bagi ahli waris untuk melanjutkan kehidupan setelah ditinggalkan oleh pencari nafkah utama,” ujarnya.
Sulham menegaskan, perlindungan sosial bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan telah menjadi “budaya melindungi” di Desa Laywo Jaya. Saat ini, seluruh perangkat desa, guru ngaji, imam desa, pemangku adat, hingga pengurus LPM telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Ke depan, pemerintah desa juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
Kepesertaan Formal – Mendaftarkan lima anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang belum terdaftar.
Kepesertaan Mandiri – Mendorong pekerja rentan seperti nelayan, petani, tukang batu, dan tukang kayu untuk mendaftar secara mandiri.
Kemudahan Akses – Menyediakan layanan pendaftaran melalui agen resmi yang telah dibentuk langsung di Desa Laywo Jaya.

Atas keaktifan tersebut, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kendari, Luky Julianto, menyerahkan penghargaan khusus kepada Sulham sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi desa dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada aparat dan warganya.
Luky menyampaikan bahwa Desa Laywo Jaya akan dijadikan sebagai pilot project (desa percontohan) kemitraan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan.
“Ini adalah bukti negara hadir. Peran aktif Kepala Desa Laywo Jaya dalam melindungi aparatnya adalah inspirasi. Kami ingin desa ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Konawe Kepulauan bahwa perlindungan pekerja, baik formal maupun informal, adalah amanah undang-undang yang harus dijalankan,” tegas Luky.
Dengan langkah progresif tersebut, Desa Laywo Jaya menunjukkan bahwa perlindungan sosial di tingkat desa bukan hanya wacana, melainkan komitmen nyata demi kesejahteraan masyarakat.
Laporan: Redaksi
















