
Lansia di Muna Ditemukan Meninggal Membusuk di Dalam Rumah, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
SUARASULTRA.COM | MUNA – Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisak AS (60), warga Desa Lasalepa, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.
Penemuan jenazah bermula saat istri korban yang baru kembali dari Kota Kendari merasa khawatir karena selama beberapa hari tidak lagi mendapat kabar dari suaminya. Rasa cemas tersebut mendorongnya meminta bantuan warga untuk memeriksa kondisi rumah.
Salah seorang warga, Sufini, mengaku didatangi istri korban pada pagi hari untuk meminta bantuan mengecek rumah AS. Menurutnya, selama berada di Kendari, istri korban tidak pernah berhasil menghubungi suaminya.
“Awalnya saya masih tidur, lalu istri AS datang meminta tolong mengecek rumah karena selama di Kendari suaminya tidak pernah memberi kabar,” ujar Sufini, Selasa (7/7/2026).
Sufini bersama ayahnya kemudian mendatangi rumah korban. Setibanya di lokasi, mereka mencium aroma menyengat yang berasal dari dalam rumah. Saat itu, seluruh pintu rumah masih dalam keadaan terkunci.
Sufini sempat berusaha membuka pintu belakang dengan cara mencungkilnya. Namun upaya tersebut tidak berhasil hingga akhirnya aparat desa datang membantu membuka pintu rumah.
“Awalnya saya coba cungkil pintu belakang, tetapi tidak bisa. Pintu akhirnya berhasil dibuka setelah aparat desa datang,” katanya.
Setelah pintu berhasil dibuka, warga bersama aparat desa masuk ke dalam rumah dan menemukan AS berada di dalam kamar dalam kondisi telah meninggal dunia. Saat ditemukan, jenazah korban sudah mengalami pembusukan dengan kondisi tubuh menghitam.
Sufini menuturkan, terakhir kali dirinya melihat korban sekitar sepekan lalu saat berjalan kaki di sekitar desa. Karena istri korban sedang berada di Kendari, warga sempat mengira AS telah menyusul istrinya ke kota sehingga tidak lagi terlihat di lingkungan sekitar.
“Terakhir saya lihat sekitar satu minggu lalu. Kami kira beliau sudah pergi menyusul istrinya ke Kendari,” ungkapnya.
Kapolsek Tampo, Ipda Amran, membenarkan peristiwa penemuan jenazah tersebut. Ia mengatakan jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes., Kabupaten Muna untuk menjalani visum luar sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Menurutnya, polisi masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya indikasi yang mengarah pada unsur tindak pidana.
Laporan: Redaksi






















