
Kepala PKM Tongauna Buka Kronologi Rujukan Ibu Melahirkan Pakai Pikap, Akui Ada Kendala Ambulans
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tongauna, Kabupaten Konawe, Santi, S.KM, M.Kes memberikan klarifikasi terkait viralnya informasi mengenai pasien ibu hamil yang dirujuk menggunakan mobil pikap ke rumah sakit.
Pihaknya membantah adanya unsur penelantaran pasien dan menjelaskan kronologi penanganan hingga proses rujukan yang sempat terkendala.
Santi menerangkan, pasien tersebut masuk ke PKM Tongauna pada Senin (19/10/2026). Sejak kedatangan pasien, tenaga kesehatan, khususnya bidan, telah memberikan pendampingan selama proses persalinan berlangsung.
Menurut penjelasannya, pada pukul 19.00 WITA, pembukaan persalinan pasien telah lengkap. Bidan yang bertugas kemudian terus mendampingi pasien dalam menghadapi proses persalinan.
“Bidan kami mendampingi pasien ini hingga pembukaan lengkap. Mereka juga mengantar pasien,” ujar Santi.
Namun, dalam proses persalinan, bayi tidak kunjung lahir meskipun ketuban telah pecah dan kondisinya keruh. Situasi tersebut membuat bidan menyarankan agar pasien segera dirujuk ke RS Setia Bunda untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Bidan kemudian meminta agar pasien dirujuk ke RS Setia Bunda. Persiapan rujukan juga langsung dilakukan,” ungkapnya.
Saat proses rujukan disiapkan, petugas berupaya menggunakan ambulans milik puskesmas. Akan tetapi, upaya tersebut mengalami kendala setelah kunci kendaraan yang disimpan di atas lemari tidak ditemukan.
Santi menjelaskan, ambulans tersebut sebelumnya telah selesai dicuci dan kuncinya disimpan oleh petugas. Namun, ketika dibutuhkan untuk membawa pasien, kunci kendaraan itu tidak berhasil ditemukan meski telah dicari hingga pukul 03.00 WITA.
“Ini mobil kemarin habis dicuci. Petugas menyimpan kuncinya di atas lemari, tetapi sampai pukul 03.00 WITA kami cari tidak ditemukan,” jelasnya.
Menghadapi situasi tersebut, petugas berusaha mencari kendaraan alternatif dengan meminjam mobil milik warga di Kecamatan Tongauna. Salah satu kendaraan yang tersedia adalah Toyota Avanza. Namun, kendaraan tersebut dinilai memiliki keterbatasan untuk kebutuhan rujukan pasien, terutama terkait penempatan tabung oksigen di dalam kabin.
Dalam kondisi tersebut, keluarga pasien akhirnya memutuskan menggunakan mobil pikap untuk membawa pasien menjalani rujukan.
Atas kejadian itu, Santi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan seluruh masyarakat Kecamatan Tongauna. Pihaknya mengakui adanya kendala dalam proses rujukan, tetapi menegaskan bahwa tenaga kesehatan tetap memberikan pendampingan kepada pasien.
“Kami memohon maaf kepada keluarga pasien dan seluruh masyarakat Tongauna atas kejadian ini. Dua bidan kami masih melakukan pendampingan saat proses rujukan hingga akhirnya pasien melahirkan. Ibu dan bayinya selamat,” tuturnya.
Santi juga menegaskan bahwa penggunaan mobil pikap tersebut bukan merupakan tindakan yang disengaja untuk mengabaikan keselamatan pasien. Menurutnya, kejadian itu dipicu oleh kendala komunikasi dan koordinasi petugas, termasuk persoalan penyimpanan kunci ambulans yang tidak ditemukan saat dibutuhkan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya kesiapan sarana transportasi rujukan serta koordinasi petugas kesehatan agar pelayanan kepada pasien, khususnya ibu yang membutuhkan penanganan persalinan darurat, dapat berjalan dengan cepat dan aman.
Laporan: Kardi






















