
Plt Rektor UHO Lantik Dekan Baru FISIP dan Fakultas Hukum, Dorong Transformasi Akademik Berdaya Saing Global
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., resmi melantik jajaran dekan baru di lingkungan UHO, Rabu (1/7/2026). Pelantikan tersebut menandai pergantian kepemimpinan di dua fakultas strategis, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Hukum (FH) untuk masa jabatan 2026–2030.
Dalam sambutannya, Prof. Khairul Munadi yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menegaskan bahwa amanah sebagai dekan bukan sekadar jabatan struktural, tetapi mengandung tanggung jawab akademik, manajerial, dan moral untuk membawa fakultas bertransformasi menjadi institusi yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
“Universitas Halu Oleo terus berkomitmen mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi unggul, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan kepulauan dan wilayah maritim. Visi ini hanya dapat diwujudkan apabila setiap fakultas mampu menjadi pusat keunggulan akademik yang melahirkan penelitian berdampak serta inovasi yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Prof. Khairul.
Ia menginstruksikan kepemimpinan baru di FISIP dan Fakultas Hukum agar mempercepat peningkatan kualitas tata kelola, memperkuat budaya mutu, meningkatkan akreditasi program studi, serta memperluas jejaring kerja sama lintas disiplin dan internasional guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Menurutnya, Fakultas Hukum memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan yang berintegritas dan mampu menjawab dinamika hukum di era transformasi digital. Sementara FISIP diharapkan terus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kebijakan publik.
Menanggapi amanah tersebut, Dekan FISIP UHO periode 2026–2030, Prof. Eka Suaib, menyatakan kesiapannya melakukan transformasi menyeluruh di lingkungan fakultas, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).
“Masih ada tantangan mendasar mengenai bagaimana perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan perubahan ini. Karena itu saya diberi mandat untuk membawa FISIP menuju transformasi. Mau tidak mau, penajaman kurikulum harus dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan zaman,” ungkap Prof. Eka usai pelantikan.
Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak lagi cukup berorientasi pada kegiatan di ruang kelas semata. Lulusan FISIP harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kompetensi global, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Selain itu, Prof. Eka juga berkomitmen memperkuat peran dosen sebagai think tank atau mitra strategis pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan daerah.
Sebagai langkah konkret, FISIP UHO akan mengembangkan strategi diferensiasi berbasis karakteristik lokal Sulawesi Tenggara.
“Kami menetapkan FISIP memiliki karakteristik pedesaan dan pesisir. Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Sulawesi Tenggara, kami ingin FISIP hadir sebagai pusat kajian penyelesaian konflik sekaligus membangun sinergi dengan berbagai stakeholder. Tujuannya agar potensi daerah dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban dan kesejahteraan masyarakat Sultra,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UHO periode 2026–2030, Dr. Heryanti, S.H., M.H., menyatakan siap langsung bekerja merealisasikan berbagai program strategis yang telah disusunnya.
Sebagai perempuan pertama yang memimpin Fakultas Hukum UHO, Dr. Heryanti mengungkapkan seluruh visi dan misinya telah dirumuskan dalam tujuh program unggulan yang diberi nama Sapta Karya Fakultas Hukum UHO.
“Komitmen memajukan Fakultas Hukum kami tuangkan dalam tujuh program utama yang menjadi arah pembangunan fakultas selama masa kepemimpinan kami,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Fakultas Hukum menargetkan peningkatan akreditasi, penguatan kualitas pendidikan, perluasan kerja sama, peningkatan produktivitas riset, hingga peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Dr. Heryanti juga menaruh perhatian besar pada penguatan budaya akademik di lingkungan internal fakultas.
“Dari sisi internal, kami ingin menjadikan Fakultas Hukum sebagai rumah yang nyaman bagi seluruh civitas akademika. Lingkungan akademik yang kondusif menjadi fondasi utama untuk melahirkan prestasi dan inovasi. Itu menjadi fokus utama saya pada periode pertama kepemimpinan ini,” pungkasnya.
Laporan: Kardi






















