
Unaaha FC Buka Suara Soal Gaji Tertunda, Manajemen Tunggu Laporan Pelatih Usai Kekalahan di Babak 8 Besar
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pihak manajemen Unaaha FC akhirnya angkat bicara terkait isu keterlambatan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan official untuk periode Juni 2026.
Klub asal Kabupaten Konawe itu menegaskan bahwa seluruh hak personel tim tetap menjadi tanggung jawab manajemen dan saat ini tengah diproses penyelesaiannya.
Manajer Unaaha FC, Hariadi Pagala, menjelaskan bahwa proses pembayaran belum dilakukan karena manajemen masih menunggu laporan pertanggungjawaban dari Pelatih Kepala Unaaha FC, Muh Azhar, terkait hasil pertandingan babak delapan besar melawan Persibangga Purbalingga.
Menurut Hariadi, hingga kini laporan resmi mengenai jalannya pertandingan tersebut belum diterima oleh pihak manajemen.
“Manajemen menunggu laporan pertanggungjawaban hasil pertandingan di babak delapan besar karena sampai hari ini belum dilaporkan oleh pelatih kepala,” ujar Hariadi, Minggu 26 Juli 2026 kepada awak media.
Diketahui, pada laga tersebut Unaaha FC hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke babak berikutnya sekaligus menjaga peluang promosi ke Liga 3. Namun, tim berjuluk wakil Konawe itu justru harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Persibangga Purbalingga.
Hariadi mengungkapkan, seusai pertandingan manajemen menerima informasi dari salah seorang pemain mengenai skema permainan yang diterapkan saat menghadapi Persibangga. Berdasarkan laporan tersebut, formasi yang digunakan disebut berbeda dengan pola permainan yang selama ini menjadi andalan tim.
Meski demikian, Hariadi menegaskan manajemen tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan resmi dari pelatih kepala.
“Kami tidak menuduh. Sebab angin tidak bisa dilihat, tetapi bisa dirasakan. Kami mendapatkan laporan langsung dari pemain bahwa skema yang digunakan saat itu tidak seperti biasanya sehingga hasil pertandingan tidak maksimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hariadi menegaskan keterlambatan pembayaran gaji bukan berarti manajemen mengabaikan kewajibannya kepada pemain maupun official.
Menurutnya, sebagai pengelola klub, manajemen juga memiliki hak untuk menerima laporan pertanggungjawaban serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pertandingan yang dinilai sangat menentukan perjalanan Unaaha FC pada musim ini.
Hariadi menambahkan, sejak Unaaha FC berdiri sekitar 14 bulan lalu, manajemen selalu berupaya memenuhi seluruh komitmen kepada pemain, pelatih, official, maupun kebutuhan operasional klub.
“Sejak Unaaha FC terbentuk hingga berjalan kurang lebih 14 bulan, kami tidak pernah melanggar komitmen, apalagi terkait persoalan gaji. Namun, manajemen juga perlu mendengarkan dan melihat laporan pertanggungjawaban dari pelatih kepala,” tegasnya.
Manajemen Unaaha FC berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi internal yang baik sehingga hak-hak pemain, pelatih, dan official segera dipenuhi.
Di sisi lain, laporan pertanggungjawaban dari tim pelatih diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki performa klub pada kompetisi mendatang.
Laporan: Kardi






















